Benarkah Sekali Selingkuh Tetap Selingkuh? Ini Tanda Pasangan Sudah Berubah Total

Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:45:01 WIB
Ilustrasi - Pasangan Selingkuh. (Foto: NET)

JAKARTA - Membangun kisah cinta bersama seseorang yang mempunyai rekam jejak kurang baik kerap memicu rasa cemas. Menyadari bahwa pacar pernah mengkhianati sebuah ikatan di masa lalu pastinya mampu membuat siapa saja merasa paranoid mengenai masa depan suatu hubungan asmara. 

Kekhawatiran ini pun melahirkan pandangan bahwa individu yang pernah berkhianat bakal senantiasa melakukannya.

"Banyak orang merasa takut diselingkuhi. Jadi, memercayai aturan hitam-putih seperti 'sekali selingkuh, tetap selingkuh', bisa membuat mereka merasa lebih aman," kata psikolog klinis di Enamory di San Diego, Kayla Knopp, PhD, mengutip SELF Magazine, Rabu (12/8/2026).

Walakin, anggapan tersebut nyatanya tidak sepenuhnya akurat. Menurutnya, banyak orang sebenarnya sanggup belajar dari kekeliruan masa lalu.

Sebuah riset yang Knopp kerjakan di University of Denver membuktikan bahwa tidak semua mantan pelaku perselingkuhan mengulangi kesalahan serupa pada jalinan kasih mereka berikutnya.

Tanda pelaku perselingkuhan sudah berubah

Berinisiatif terbuka soal kesalahannya

Secara teknis, pacar tidak mempunyai keharusan untuk membeberkan setiap rahasia masa lalunya, terutama pada awal masa pendekatan. Sangat wajar jika mereka ragu untuk berterus terang sebab takut merusak hubungan yang baru saja tumbuh. Oleh karena itulah, inisiatif buat jujur sejak awal pantas diapresiasi tinggi.

"Ketika seseorang secara sukarela menceritakan kesalahannya, mereka jauh lebih mungkin menjadi pasangan yang dapat dipercaya di masa depan," jelas Knopp.

Keberanian ini membuktikan bahwa ia memilih untuk jujur demi fondasi hubungan yang sehat, bukan karena terdesak keadaan atau tekanan darimu.

Sadar sepenuhnya akan akar masalah

Uraian di balik kasus masa lalunya memang tidak dimaksudkan guna membenarkan pengkhianatan tersebut. Kendati demikian, alasan ini dapat menjadi takaran seberapa jauh pasanganmu sanggup melakukan refleksi diri serta mau bertanggung jawab.

"Jika (pasangan) bertindak seolah-olah itu di luar kendalinya atau mengklaim bahwa ia tidak tahu mengapa ia berselingkuh, itu adalah tanda bahaya," kata Knopp.

Sebaliknya, individu yang telah bertobat bakal mengakui kelemahannya. Ia mungkin akan menceritakan bahwa krisis kepercayaan dirilah yang membuatnya mencari validasi dari pihak lain, alih-alih melimpahkan seluruh kesalahan secara sepihak kepada mantan kekasihnya.

Memaklumi sikap kritis dan keraguanmu

Sewaktu masa lalunya dibahas dan ia bersikap defensif atau menuduhmu memerlukan ruang terlalu luas, besar kemungkinan ia belum sepenuhnya berubah. 

Terapis pasangan di Los Angeles, K’Hara McKinney, LMFT, menyebut bahwa penyesalan yang sejati harus senantiasa disertai dengan kesiapan mental memikul konsekuensi perbuatannya.

"Apakah mereka merasa menyesal, atau malah menyombongkan diri dan acuh tak acuh? Apakah mereka merahasiakan detailnya atau menyalahkan siapa pun selain diri mereka sendiri?" tanya McKinney.

Kekasih yang benar-benar berkeinginan memperbaiki diri bakal bersikap sabar serta terbuka terhadap segala reaksimu, entah itu rasa kecewa, sedih, maupun keraguan.

Kesalahan hanya terjadi satu kali

Faktor apakah pengkhianatan itu hanya kehilafan sesaat atau telah berakar menjadi sebuah kebiasaan amatlah krusial. McKinney dan Knopp sepakat bahwa riwayat durasi tindakan ini mampu memprediksi masa depannya.

"Seseorang dengan pola perselingkuhan yang lebih panjang jelas lebih mungkin untuk selingkuh lagi daripada seseorang yang hanya melakukannya sekali, kecuali jika mereka telah melakukan perbaikan diri yang serius," tegas Knopp.

Berselingkuh berulang kali biasanya mengindikasikan persoalan emosional serta psikologis yang jauh lebih dalam dibanding kehilafan akibat situasi sesaat.

Berani mengambil tindakan nyata

Janji manis dan sumpah setia memang terdengar melegakan, tetapi ucapan di lisan saja tidak pernah memadai. Seseorang yang telah lihai berdusta tentu sangat pandai menyusun kalimat penenang. Bukti konkrit yang paling sah adalah komitmen nyata yang ia tempuh.

Menurut McKinney, kesediaan guna menghadiri sesi terapi merupakan salah satu pertanda yang amat baik. Langkah ini membuktikan dedikasinya untuk membedah akar perilakunya. 

Di samping itu, ikhtiar nyata lain seperti kemauan merampungkan urusan bersama mantan kekasihnya, mempelajari banyak hal dari literatur pengembangan diri, sampai aktif merawat ruang komunikasi yang transparan, turut menjadi indikator bahwa ia sungguh-sungguh ingin membangun asmara yang lebih sehat denganmu.

Terkini