Kinerja Danantara Dinilai Baik, Prabowo Usulkan Bintang Kehormatan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:22:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam atas kinerja manajemen serta pimpinan Danantara dalam mengelola berbagai aset negara. Prabowo bahkan secara khusus mengusulkan agar para pimpinan Danantara diberikan tanda kehormatan dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Hal tersebut diutarakan Prabowo saat memberikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Sekali lagi saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas ini pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan yang pantas di suasana hari kemerdekaan ini," kata Prabowo.

Prabowo kemudian meminta persetujuan dari para peserta sidang atas usulan tersebut. "Apakah majelis menyetujui? Pantas tidak mereka menerima tanda kehormatan? Pantas tidak?" ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga memberikan peringatan tegas kepada jajaran pemerintah serta pengelola BUMN agar tidak sekali-kali melakukan manipulasi dalam pelaporan kinerja perusahaan negara. Ia menekankan bahwa pemerintah sangat membutuhkan data yang akurat guna memastikan pengelolaan BUMN berjalan selaras dengan prinsip tata kelola yang baik.

"Saudara-saudara, saya juga ingatkan di sini bahwa kami tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kami harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat walaupun kadang-kadang pahit," tegas Prabowo.

Ia menuturkan bahwa pemerintah telah melakukan proses koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN. Setelah dilakukan koreksi, keuntungan BUMN pada tahun 2024 tercatat mencapai Rp186 triliun, dengan setoran dividen kepada negara sebesar Rp85,5 triliun.

Perbaikan tata kelola BUMN selanjutnya berhasil mendorong peningkatan laba perusahaan negara secara signifikan pada tahun 2025, yakni menyentuh angka Rp326 triliun atau naik 75,3 persen dibandingkan tahun 2024.

"Karena perbaikan-perbaikan yang kami kerjakan, pada tahun 2025 keuntungan BUMN mencapai 326 triliun rupiah. Naik 75,3% dari 2024," kata Prabowo. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut diraih murni tanpa adanya manipulasi laporan keuangan.

Kenaikan laba ini turut berdampak pada peningkatan setoran dividen BUMN yang mencapai Rp142,3 triliun pada tahun 2025, atau naik 67 persen dibandingkan tahun 2024.

Namun, Prabowo menjelaskan bahwa kinerja dividen sebenarnya lebih tepat dihitung secara neto dengan memperhitungkan Penanaman Modal Negara (PMN) yang disalurkan melalui APBN. Dengan perhitungan tersebut, dividen BUMN setelah dikurangi PMN pada 2024 adalah Rp53 triliun, yang kemudian meningkat drastis menjadi Rp138 triliun pada 2025, atau naik 160 persen.

"Pada tahun 2024 dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp53 triliun. Tahun 2025 dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp138 triliun. Naik 160%," kata Prabowo.

Untuk tahun 2026, Prabowo memproyeksikan dividen BUMN akan kembali meningkat hingga menembus angka Rp200 triliun tanpa memperhitungkan adanya PMN. Secara neto, dividen BUMN diprediksi meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun waktu 2024 hingga 2026.

"Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kami bisa datang dengan sangat cepat," pungkasnya.

Terkini