Sukses di Sektor Bank, Indef Minta Model Holding Diterapkan ke BUMN

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:22:31 WIB
Warga melintas didepan Wisma Danantara Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mendesak Danantara Indonesia agar menerapkan pola penyehatan serta pembentukan holding BUMN sektor perbankan ke berbagai sektor industri lainnya.

Peneliti Indef, Esther Sri Astuti, memandang keberhasilan kinerja Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang membukukan laba Rp39,92 triliun pada kuartal I/2026 sebagai bukti awal bahwa peningkatan tata kelola, efisiensi, dan optimalisasi aset mulai memberikan hasil positif bagi kinerja perusahaan.

 "Capaian ini dapat dilihat sebagai salah satu indikator awal bahwa penguatan tata kelola, efisiensi, dan optimalisasi aset di lingkungan BUMN mulai memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan," ujar Esther melalui keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).

Menurut Esther, keberhasilan sektor perbankan layak dijadikan tolok ukur oleh Danantara dalam melanjutkan transformasi di sektor BUMN lainnya. Langkah yang diperlukan adalah menjalankan klasterisasi dan restrukturisasi bertahap agar entitas di sektor serupa dapat dikonsolidasikan demi meraih skala usaha, efisiensi, dan daya saing yang lebih tangguh.

 “Keberhasilan BUMN sektor perbankan bisa ditiru untuk perbaikan BUMN lainnya dengan membuat holding-holding BUMN, misalnya BUMN Pupuk Indonesia dan BUMN Semen Indonesia. Setelah di-holding-kan kemudian disehatkan,” kata Esther.

Ia pun menilai pendekatan holdingisasi serta penyehatan bisnis seperti di sektor perbankan terbukti efektif memperkuat daya saing dan mengoptimalkan produktivitas aset negara. Selain itu, proses konsolidasi dan efisiensi memegang peran krusial agar tiga fungsi utama BUMN—sebagai agen pembangunan, penyedia layanan publik, dan pencetak keuntungan—dapat berjalan selaras.

 “Ketiga peran BUMN harus berjalan. Tentu ini berat, maka harus dilakukan bertahap. Caranya dengan klasterisasi BUMN lalu restrukturisasi. BUMN yang sakit kalau bisa diobati maka dimerger dengan BUMN sejenis,” ujarnya.

Dorongan konsolidasi ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk merampingkan jumlah BUMN dan hanya mempertahankan entitas yang terbukti produktif. “Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kami pertahankan,” ucap Presiden Prabowo.

Adapun pembenahan BUMN yang dikomandoi Danantara Indonesia telah mencatat penghematan biaya operasional sekitar Rp50 triliun, dengan target penghematan kumulatif menembus di atas Rp70 triliun hingga akhir 2026.

Terkini