Askrindo Bersama Pemerintah Salurkan Bantuan Darurat Gempa Flores NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:24:32 WIB
Pimpinan Utama Askrindo M Fankar Umran. (Foto: NET)

JAKARTA - Sokongan bagi penyintas gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), senantiasa didistribusikan. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memberikan sokongan tanggap darurat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi NTT guna menunjang keperluan publik terdampak. 

Sokongan tersebut diberikan lewat Askrindo Cabang Kupang serta meliputi keperluan pokok, layaknya obat-obatan, komoditas pangan, peranti sanitasi serta keperluan bayi. Pimpinan Utama Askrindo M Fankar Umran menyatakan sokongan tersebut merupakan bagian dari reaksi korporasi terhadap keadaan publik seusai gempa.

“Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara kami di Flores tidak berjuang sendirian dalam menghadapi masa sulit pascabencana,” ujarnya, Senin (18/8/2026).

Lewat program ini, Askrindo mengukuhkan komitmennya untuk senantiasa hadir di tengah publik, tidak cuma sebagai institusi niaga, tetapi juga sebagai mitra yang berperan giat dalam menunjang pemulihan sosial, pembangunan sumber daya manusia, dan ketahanan publik di pelbagai kawasan di Indonesia.

“Askrindo akan terus berkoordinasi secara intensif dengan BNPB Provinsi NTT guna memastikan seluruh bantuan dapat tersalurkan secara aman, cepat, dan tepat sasaran,” tutup Fankar.

Di sisi lain, penguasa memastikan pasokan pangan bagi publik terdampak senantiasa dikirimkan. Pimpinan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan penguasa telah merancang anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk sokongan pangan, terutama beras dan minyak goreng. 

Berdasarkan keterangan Amran, dana tersebut bersumber dari APBN dan berasal dari pos anggaran untuk penanganan bencana. Sejak gempa berlangsung, Bapanas juga telah menugaskan Perum Bulog untuk lekas mengirimkan beras ke teritori terdampak, sementara proses administrasi dijalankan menyusul.

Distribusi sokongan dijalankan di tengah dampak gempa yang lumayan besar. BNPB mencatat hingga 17 Agustus 2026, warga wafat akibat gempa di NTT mencapai 68 orang, sementara 213 orang menderita luka-luka. 

Korban wafat tersebar di tujuh kabupaten, yakni 26 orang di Manggarai, 24 orang di Manggarai Timur, delapan orang di Nagekeo, empat orang di Sikka, serta masing-masing dua orang di Ende, Manggarai Barat dan Ngada. 

BNPB mengemukakan data tersebut masih dapat bergeser seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa dangkal tersebut berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. 

Gempa tersebut memicu gelombang pasang di sejumlah teritori dan disusul ribuan gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini gelombang pasang pada pukul 07.30 WIB.

Terkini