ESDM Buka Suara Soal Anggaran Subsidi Energi 2027 Naik 20,1%

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:30:31 WIB
Ilustrasi Pekerja merapikan gas LPG 3 [FOTO: NET].

JAKARTA — Alokasi anggaran subsidi energi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 berpeluang berubah lantaran pemerintah bersama DPR belum menuntaskan pembahasan alokasi dana tersebut.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika mengungkapkan, pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) 2027, termasuk alokasi subsidi energi, dijadwalkan berlangsung bersama DPR pada akhir Agustus 2026.

Erani memberikan indikasi bahwa besaran anggaran tersebut masih dapat disesuaikan dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

"Sebetulnya kami masih mau ada pembahasan dengan DPR juga, kalau enggak salah dijadwalkan masih tanggal 31 Agustus ini untuk raker [rapat kerja] dan RDP [rapat dengar pendapat] untuk membahas RKAKL Tahun 2027, termasuk isu yang terkait dengan subsidi energi itu," kata Erani di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (21/8/2026).

Proses peninjauan ini menjadi tahapan penting sebelum penetapan besaran subsidi energi pada RAPBN 2027. Pemerintah menjelaskan, ada berbagai faktor variabel yang bakal memengaruhi jumlah alokasi anggaran hingga angka final disepakati.

Ia menerangkan, nilai anggaran subsidi energi turut dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia, asumsi Indonesia Crude Price (ICP), serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Selain itu, ada beberapa variabel lain yang itu bisa memengaruhi besar kecilnya atau bertambah berkurangnya subsidi,” ujar Erani.

Sebelumnya, nilai subsidi energi dalam RAPBN 2027 direncanakan sebesar Rp272,94 triliun. Angka ini mencatatkan kenaikan dari outlook 2026 yang sebesar Rp227,25 triliun.

"Pada RAPBN tahun anggaran 2027, subsidi energi direncanakan sebesar Rp272,94 triliun atau meningkat sebesar 20,1% apabila dibandingkan dengan outlook tahun 2026 sebesar Rp227,25 triliun," seperti tercantum dalam Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Secara rincian, alokasi Rp272,94 triliun tersebut mencakup subsidi BBM jenis tertentu sebesar Rp28,7 triliun, naik dibanding outlook 2026 senilai Rp26,4 triliun.

Sementara itu, alokasi subsidi tabung LPG 3 kg pada RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp114,1 triliun, mengalami peningkatan dibanding outlook 2026 yang berjumlah Rp90,4 triliun.

Adapun anggaran subsidi listrik pada RAPBN 2027 dialokasikan Rp130,1 triliun, meningkat dari outlook 2026 sebesar Rp110,4 triliun.

Terkini