Laba BSI Naik Jadi Rp4,15 Triliun pada Kuartal II/2026, Ini Pemicunya

Jumat, 21 Agustus 2026 | 02:14:01 WIB
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) mengantongi laba bersih mencapai Rp4,15 triliun, melesat 11,08% secara tahunan (year on year/YoY), yang disokong oleh lompatan signifikan fee based income pada kuartal II/2026.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho memaparkan, perolehan fee based income BSI hingga kuartal II/2026 menyentuh angka Rp4,06 triliun atau melejit 38,16% (YoY) jika disandingkan dengan capaian periode setara tahun sebelumnya.

“Kami mampu membukukan laba Rp4,15 triliun yang tumbuh 11% (YoY) dan menariknya kalau kami lihat lebih detail itu driver utamanya salah satunya adalah fee based income kami yang meningkat hampir lebih daripada 38% (YoY),” ungkap Ade dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal II/2026 BSI secara virtual, Jumat (21/8/2026).

Rinciannya, Ade menguraikan bahwa pesatnya pergerakan fee based income tersebut mengantarkan BSI untuk perdana kalinya membukukan rasio fee based income di kisaran 22,54% pada Juni 2026.

Menurut penjelasannya, rekor rasio ini menjadi capaian krusial bagi perseroan di tengah ketatnya dinamika likuiditas yang berpotensi menekan porsi marjin industri perbankan nasional.

Selanjutnya, seiring dengan terdorongnya fee based income sebesar 38,6% (YoY), Ade menerangkan bahwa lini bisnis emas BSI juga merangkak sangat cepat yaitu mencapai 92,45% (YoY). Capaian itu dipicu oleh segmen gadai dan tabungan emas yang masing-masing melesat 55,94% serta 765,75% (YoY) hingga penutupan Juni 2026.

Perkembangan aktivitas treasury BSI turut memperlihatkan catatan yang amat positif. Berdasarkan pemaparan Ade, kinerja transaksi treasury perseroan menanjak hingga 45,49% (YoY).

Di samping itu, bertambahnya basis pengguna aplikasi BYOND secara berkelanjutan ikut menopang kenaikan pada fee based perseroan, yakni berkisar 35% (YoY).

Ade mengutarakan, keberhasilan ini tidak terlepas dari langkah modernisasi teknologi yang berdampak langsung pada kestabilan availability system serta bertambahnya kuantitas nasabah, yang pada akhirnya memacu perolehan fee based income agar terus bertumbuh kian baik secara konsisten.

Terkini