KPR Hunian Manggarai: BTN Siapkan Tenor 40 Tahun Bunga 6%

Jumat, 21 Agustus 2026 | 02:45:32 WIB
ILUSTRASI. BTN Kembangkan Layanan bagi Debitur KPR

JAKARTA - Bank Tabungan Negara (BTN) mematangkan opsi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan jangka waktu tenor sampai 40 tahun untuk proyek Hunian Manggarai, yaitu tempat tinggal vertikal terjangkau di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta.

Untuk diketahui, Hunian Manggarai merupakan proyek hunian yang digarap oleh PT Kereta Api Indonesia lewat anak usahanya, KAI Properti. Proyek ini diproyeksikan menyediakan 3.784 unit tempat tinggal yang terbagi dalam delapan menara di area terpadu yang terkoneksi langsung dengan simpul transportasi umum utama Jakarta.

Demi memperlebar akses pembiayaan masyarakat, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menuturkan bahwa perumusan pembiayaan jangka panjang ini dirancang demi menghadirkan cicilan bulanan yang makin ramah di kantong serta jaminan kepastian suku bunga dalam jangka panjang.

“Memang mandat kami mengurus rumah rakyat. Skema KPR-nya ini kami coba yang 40 tahun dengan bunga 6% sampai lunas. Jadi bunganya tidak akan berubah,” ujar Nixon dalam agenda groundbreaking Hunian Manggarai di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Nixon menjelaskan, daya pikat Hunian Manggarai bertumpu pada perpaduan harga yang terjangkau serta lokasinya yang strategis di jantung kota dan menempel dengan akses transportasi massal. Pihaknya membidik patokan harga hunian berada di bawah kisaran Rp600 juta per unit.

Mitigasi Risiko Tenor Panjang Dalam proses penyaluran pembiayaan KPR mendatang, Nixon menegaskan bahwa perseroan juga merancang skema mitigasi risiko demi mencegah potensi kredit bermasalah (non-performing loan) di kemudian hari.

Langkah tersebut melingkupi penetapan batas usia maksimum debitur, garansi suku bunga subsidi berlaku utuh sampai KPR lunas, hingga penyediaan skema asuransi kredit untuk rentang umur tertentu.

Khusus proteksi asuransi, pihaknya menyarankan agar jaminan tidak menutupi durasi tenor secara penuh.

“Memang tidak dianjurkan asuransi hingga 40 tahun, cukup setengahnya saja. Karena kemahalan. Dan itu yang lagi kami cari polanya,” tutur Nixon.

Pada dasarnya, BTN mematangkan dua opsi pembiayaan, yakni jalur FLPP dan KPR komersial (nonsubsidi). Skema FLPP ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memenuhi standar ketentuan pemerintah, sedangkan KPR nonsubsidi disediakan guna menjangkau cakupan segmen pasar yang lebih luas.

Untuk opsi KPR nonsubsidi, BTN juga menyajikan program khusus berupa uang muka (down payment) mulai 5% serta promo suku bunga menarik.

Penyediaan opsi FLPP ini sejalan dengan arah pengembangan Hunian Manggarai untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak dan terjangkau di pusat kota bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang lolos kualifikasi pemerintah.

Berdampingan dengan acara groundbreaking, BTN dan PT KA Properti Manajemen (KAI Properti) turut meresmikan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Hunian Manggarai. Penandatanganan PKS dieksekusi oleh Nixon berdampingan dengan Direktur Utama KAI Properti Mohamad Ramdany, sebagai kelanjutan kemitraan BTN dan KAI yang sebelumnya disepakati melalui Nota Kesepahaman.

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup perumusan opsi pembiayaan, penyediaan fasilitas perbankan dan transaksi, aktivitas pemasaran bersama, serta dukungan kemudahan pembiayaan bagi calon konsumen. BTN turut menyiagakan platform balé by BTN sebagai salah satu kanal pendaftaran minat dan pembayaran Nomor Urut Pemesanan (NUP) Hunian Manggarai.

Terkini