Garap Terminal 1A Bandara Soetta, PTPP Raih Kontrak Rp1,19 T

Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:45:02 WIB
ilustrasi Pekerja beraktivitas di salah satu proyek di Jakarta. [FOTO: NET].

JAKARTA — PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) semakin memperkukuh portofolionya di sektor transportasi udara usai mengamankan proyek lanjutan revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai mencapai Rp1,19 triliun.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menerangkan bahwasanya durasi pelaksanaan proyek telah ditetapkan selama 365 hari kalender terhitung sejak 21 Agustus 2026.

“Dengan pemanfaatan inovasi dan teknologi digital, kami optimistis proyek dilaksanakan tepat waktu, berkualitas, dan mengedepankan keselamatan kerja,” ujar Joko dalam siaran pers, Jumat (21/8/2026).

Joko memaparkan rincian cakupan pengerjaan perseroan dalam pengerjaan proyek ini meliputi tahapan pendahuluan atau preliminary, struktur, arsitektur, interior, lansekap, hingga sistem mekanikal, elektrikal, dan elektronik. Pengembangan sarana ini ditujukan guna mengerek kapasitas serta kenyamanan para pengguna jasa di bandara tersibuk di Tanah Air tersebut.

Sepanjang proses pelaksanaannya, emiten konstruksi BUMN tersebut menerapkan teknologi building information modeling (BIM) berbasis 3D, 4D, dan 5D, serta mengoptimalkan penggunaan virtual reality dan Augmented Reality (AR).

Perseroan turut memobilisasi teknologi Ground Penetrating Radar (GPR) lewat DSX Utility Detection Solution dan Leica DS4000 untuk mendeteksi dan memetakan jaringan utilitas di bawah tanah secara presisi.

Di samping itu, mengacu pada kinerja keuangan semester I/2026, PTPP mencatatkan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 196,51% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp193,47 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, capaian tersebut melonjak drastis dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp65,25 miliar. Laras dengan kenaikan tersebut, laba per saham dasar PTPP terdongkrak dari Rp11 menjadi Rp31 per lembar saham.

Lompatan laba bersih entitas induk tersebut terjadi di tengah tekanan pada pendapatan usaha PTPP yang terkoreksi 11,20% YoY dari Rp6,71 triliun pada semester I/2025 menjadi Rp5,96 triliun pada semester I/2026.

Penurunan top line tersebut memicu kenaikan beban pokok penjualan secara relatif biarpun nilainya susut 10,20% YoY menjadi Rp5,20 triliun. Alhasil, laba kotor perseroan tergerus 17,50% YoY menjadi Rp760,77 miliar dari sebelumnya Rp922,13 miliar.

Di sisi lain, perolehan total laba tahun berjalan secara konsolidasi PTPP membukukan penurunan sebesar 66,12% YoY dari Rp51,27 miliar menjadi Rp17,37 miliar.

Terkini