Kebakaran Hutan Melanda Berbagai Daerah, Nabire Catat Lahan Terluas

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:16:31 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih melanda sejumlah kawasan Indonesia dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai ratusan hektare. (Foto: NET)

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih melanda sejumlah kawasan Indonesia dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai ratusan hektare. Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menjadi daerah dengan luasan karhutla paling besar, yakni sekitar 396,13 hektare. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Ph.D. menuturkan bahwa kebakaran di Nabire berlangsung sejak 18 Juli sampai 23 Agustus 2026 serta mencakup tujuh distrik. 

“[Kebakaran] di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang sejak 18 Juli hingga 23 Agustus 2026 telah membakar sekitar 396,13 hektare lahan,”

ujar Berton dalam laporan perkembangan penanganan bencana BNPB, Senin (24/8/2026).

Karhutla di Nabire mencakup Distrik Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, serta Yaur. Kebakaran itu berdampak terhadap empat kepala keluarga. 

Sampai tanggal 23 Agustus, sebagian titik api masih belum bisa dipadamkan akibat lokasi yang sulit dijangkau armada pemadam. Pemda setempat masih mengidentifikasi kebutuhan tambahan armada, termasuk dukungan operasi water bombing guna menjangkau titik-titik yang sulit ditangani lewat jalur darat.

Selain Nabire, beberapa wilayah lain turut mencatat lahan terbakar dalam jumlah cukup tinggi. Di Jambi, operasi water bombing secara kumulatif hingga 23 Agustus telah menangani sekitar 226,9 hektare lahan. 

Operasi darat di Jambi juga masih berjalan pada sejumlah titik dengan tahapan pemadaman serta pendinginan. Lewat pemantauan udara, dua armada patroli mendapati 14 fire spot.

Di Kalimantan Barat, operasi darat hingga 23 Agustus telah menangani sekitar 104,8 hektare lahan. Penanganan dilaksanakan bersama dukungan personel gabungan yang mencapai sekitar 2.751 orang. BNPB turut memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat lewat operasi udara. 

Sebanyak empat unit water bombing dioperasikan pada 23 Agustus dengan delapan sortie serta 223 kali penjatuhan air. Total air yang dijatuhkan mencapai 1,05 juta liter dan diperkirakan menangani sekitar 13 hektare lahan.

Operasi modifikasi cuaca (OMC) pun dijalankan di Kalimantan Barat pada 22-27 Agustus 2026. Pada 23 Agustus, BNPB melakukan tiga sortie dengan total 3.000 kilogram bahan semai guna mendorong pertumbuhan awan hujan pada wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.

Sementara itu, di Kalimantan Tengah, operasi darat hingga 23 Agustus telah menangani sekitar 55,63 hektare lahan. Penanganan tersebut didukung sekitar 10.700 personel. 

Berdasarkan pemantauan udara, dua armada patroli menjumpai 25 fire spot. BNPB kemudian mengerahkan tiga helikopter water bombing yang melakukan 159 kali penjatuhan air guna membantu proses pemadaman.

Di Kalimantan Selatan, sekitar 40,9 hektare lahan telah ditangani melalui operasi darat hingga 23 Agustus. Penanganan dijalankan pada 11 wilayah dengan dukungan sedikitnya 714 personel. 

BNPB pun mengerahkan dua unit patroli serta tiga unit water bombing. Pada 23 Agustus, dua helikopter water bombing melakukan 243 kali penjatuhan air dengan total volume mencapai 1,029 juta liter. Operasi itu diperkirakan menangani sekitar 13 hektare lahan.

Karhutla di Enam Daerah

Karhutla pula terjadi pada sejumlah daerah lain di luar wilayah prioritas penanganan BNPB. Di Kota Batam, luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 35 hektare. Sementara itu, kebakaran di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. 

Di Aceh Besar, luas lahan terbakar mencapai sekitar 11 hektare. Kebakaran turut dicatat pada Kabupaten Samosir dengan luas sekitar 5 hektare, Halmahera Timur sekitar 3,5 hektare, serta Magetan sekitar 7 hektare.

BNPB menyebutkan bahwa kebakaran pada sejumlah lokasi tersebut sudah berhasil dipadamkan usai penanganan dilaksanakan oleh BPBD bersama TNI, Polri, pemadam kebakaran, pemda, dan masyarakat. 

BNPB bersama pemda serta unsur terkait masih memperkuat operasi darat dan udara, termasuk pemantauan titik panas, patroli, water bombing, dan OMC. Langkah itu dilakukan guna menekan penyebaran api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain selama kurun waktu musim kemarau.

Terkini