Calon Gubernur BI Destry: Rp2.548 Triliun Kredit Disetujui tapi Belum Dicairkan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:28:00 WIB

FINANSIALNEWS.COMFasilitas pinjaman yang sudah disetujui bank tapi belum ditarik nasabah, atau dikenal sebagai undisbursed loan, kini menjadi perhatian serius calon pemimpin bank sentral. Destry Damayanti menilai dana idle tersebut harus segera dialirkan ke sektor riil untuk menggenjot roda ekonomi yang masih berada di bawah kapasitas optimalnya.

"Pertumbuhan kredit masih dapat terus didorong, mengoptimalkan undisbursed loan yang saat ini mencapai Rp 2.548 triliun atau 21,8% dari plafon," ujarnya dalam fit and proper test di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci

Menurut Destry, penyaluran kredit yang tersendat tidak bisa berdiri sendiri. Ada satu syarat utama yang harus berjalan beriringan: perbaikan daya beli masyarakat. Tanpa permintaan yang kuat dari konsumen, dorongan kredit ke sektor usaha bakal percuma.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini harus dibarengi dengan upaya serius menggenjot konsumsi domestik. Dengan begitu, para pelaku usaha akan tergerak menarik pinjaman yang sudah disetujui tersebut untuk ekspansi bisnis.

UMKM: Fondasi Ekonomi yang Perlu Diperkuat

Selain kredit korporasi, Destry juga menyoroti pertumbuhan pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor ini dinilai sebagai fondasi ekonomi yang harus terus didorong agar lebih inklusif dan tahan banting.

Dari tantangan tersebut, Destry menilai menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi saja tidak lagi cukup. Bank Indonesia perlu memperkuat bauran kebijakan—memadukan instrumen moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran—agar dampaknya terasa langsung ke perekonomian.

"BI juga perlu terus memperkuat bauran kebijakan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Destry.

Pekerjaan Rumah bagi Pimpinan BI Baru

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa akselerasi kredit akan menjadi salah satu agenda utama jika Destry resmi memimpin bank sentral. Saat ini, perekonomian Indonesia masih menghadapi tekanan dari perlambatan global dan fluktuasi harga komoditas.

Dengan potensi dana menganggur sebesar Rp2.548 triliun di perbankan, ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebenarnya masih sangat terbuka lebar. Tantangannya adalah bagaimana memastikan dana tersebut benar-benar sampai ke tangan pelaku usaha yang membutuhkan, terutama di tengah ketidakpastian permintaan domestik.

Keputusan final siapa yang akan mengisi kursi Gubernur BI periode mendatang pun dinantikan pelaku pasar. Arah kebijakan moneter dan upaya intermediasi perbankan akan menjadi penentu utama laju ekonomi nasional ke depan.

Terkini