Asosiasi Sepak Bola Irlandia Utara Tarik Dukungan untuk Infantino Jelang Kongres FIFA

Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:37:00 WIB

FINANSIALNEWS.COM — IFA, badan pengatur sepak bola di Irlandia Utara, sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran atas rencana tersebut namun belum secara formal menarik dukungan. Kini, mereka menyatakan sudah waktunya bagi FIFA untuk berubah. Sikap ini menambah daftar federasi sepak bola Inggris, Skotlandia, Wales, dan Republik Irlandia yang lebih dulu menarik dukungan publik untuk Infantino.

Rencana Investasi yang Memicu Gelombang Penolakan

Keputusan IFA ini merupakan respons langsung terhadap upaya Infantino yang gagal menjual 21 persen saham operasi komersial FIFA kepada perusahaan investasi swasta. Rencana tersebut menuai kritik tajam, bahkan UEFA sempat mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA.

Meski akhirnya rencana itu dibatalkan, IFA menilai langkah tersebut telah menimbulkan pertanyaan mendasar. "Proposal untuk menjual sebagian aset FIFA kepada perusahaan ekuitas swasta tanpa konsultasi, lebih dari sekadar kegagalan komunikasi," demikian bunyi pernyataan resmi IFA. "Menurut pandangan kami, ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang strategi, tata kelola, dan pengelolaan aset kami."

"Sudah Waktunya untuk Berubah"

IFA menegaskan keyakinannya bahwa perubahan di pucuk pimpinan FIFA diperlukan. "Kami percaya sudah waktunya untuk berubah," lanjut pernyataan tersebut. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino terus mengikis di tingkat asosiasi nasional.

Infantino dijadwalkan untuk mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan keempat pada bulan Maret. Jika terpilih kembali, pria asal Swiss berusia 56 tahun itu akan memperpanjang masa kepemimpinannya hingga 15 tahun pada akhir periode jabatannya di tahun 2031.

Tekanan Politik dan Tata Kelola yang Menguat

Keputusan IFA datang di tengah meningkatnya pengawasan terhadap Infantino. Kegagalan upaya penjualan saham komersial tersebut menjadi titik balik yang memicu sikap keras dari berbagai federasi anggota. Sikap UEFA yang mengancam boikot menunjukkan betapa seriusnya penolakan terhadap kebijakan presiden FIFA tersebut.

Dengan penarikan dukungan dari lima federasi asal Kepulauan Inggris dan Irlandia, tekanan terhadap Infantino semakin nyata. Langkah IFA ini juga menjadi preseden penting, menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap arah strategis dan transparansi FIFA tidak hanya datang dari satu atau dua negara, melainkan sudah menjadi gerakan kolektif yang lebih luas.

Terkini