Kemkomdigi Resmikan Garuda Spark Innovation Hub di 10 Kota

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:02:32 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi memperkenalkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang menghubungkan 10 kota untuk memastikan inovasi serta talenta di berbagai wilayah mempunyai akses luas terhadap ekosistem teknologi, pasar, investor, serta industri.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa GSIH berfungsi sebagai tempat kerja kolaboratif bagi perusahaan rintisan (startup), akademisi, talenta, hingga jajaran pemerintah pusat maupun daerah guna mempercepat proses transformasi digital nasional.

"Garuda Spark ini kami lahirkan untuk membentuk satu ruang kerja bersama dari seluruh elemen tadi. Karena dalam rangka meningkatkan kekuatan kami untuk transformasi digital, keseluruhan elemen ini harus duduk bersama dalam satu ruang bersama," ujar Meutya di Kabupaten Tangerang, Rabu (26/8/2026).

Lewat kehadiran GSIH, Kemkomdigi merancang jaringan inovasi yang tidak sekadar berpusat di kota-kota besar saja, melainkan membuka peluang seluas-luasnya bagi startup dan talenta daerah agar bisa berkembang, memperoleh pendampingan, menjumpai investor, serta terkoneksi dengan jejaring global serta mitra industri.

Meutya turut menekankan bahwa konektivitas tersebut wajib diwujudkan secara nyata menjadi peningkatan ekonomi.

Maka dari itu, GSIH pun diarahkan agar mampu berpartisipasi dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen serta menekan angka rasio efisiensi investasi Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dari 6 turun ke angka 4,8.

"Karena itu dari 10 titik yang kami luncurkan hari ini, kami berharap mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen sesuai dari target pemerintah dan menurunkan ICOR," tutur Meutya.

Penerapan GSIH sendiri mengandalkan metode Hub and Spoke. Sepuluh hub utama tersebut tersebar di kota Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, serta Surabaya.

Sementara itu, spoke berfungsi sebagai titik ekosistem daerah yang tersambung langsung dengan hub, sehingga inovasi lokal, talenta, dan startup dapat terintegrasi ke dalam jejaring skala nasional.

Kemkomdigi memasang target agar jaringan Garuda Spark ini bisa berkembang mencapai 500 titik, yang diawali dengan penambahan sebanyak 10 Garuda Spark sepanjang tahun 2026.

Menurut pandangan Meutya, visi utama dari GSIH adalah mewujudkan kemandirian bangsa Indonesia dalam hal transformasi digital dengan merangsang penciptaan inovasi lokal dari dalam negeri.

“Kami ingin ada perimbangan antara produk teknologi dari mancanegara ditambah dengan inovasi-inovasi yang lahir dari dalam negeri,” ucapnya.

Selain itu, GSIH juga diproyeksikan sebagai pintu gerbang global atau global gateway dua arah. Melalui infrastruktur jaringan tersebut, inovasi karya anak bangsa diharapkan mampu menembus pasar internasional, sebaliknya teknologi, investasi, dan jejaring global bisa masuk ke Indonesia melalui kemitraan yang setara serta semakin kuat.

“Daya saing kami menjadi setara di tingkat global, startup kami dihargai di tingkat global, talenta-talenta kami sejajar dan sama tinggi dengan talenta-talenta di mancanegara,” kata Meutya.

Inisiatif GSIH ini mengusung prinsip utama berupa “Locally Adapted, Nationally Coordinated, Globally Connected”. Prinsip tersebut bermakna bahwa potensi daerah dikembangkan berbasis kebutuhan serta karakteristik lokal lewat GSIH, dikokohkan melalui koordinasi serta jejaring nasional, sebelum akhirnya diperluas menuju ekosistem dan pasar global.

Terkini