MBG 3B Diperkuat, Kemendukbangga Sasar Daerah Stunting Tinggi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:37:32 WIB
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN secara konsisten mendukung pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD (3B) dengan memprioritaskan kawasan bernilai prevalensi stunting tinggi.

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwasanya penguatan MBG 3B diorientasikan berpatokan pada data stunting guna menjamin intervensi tersalurkan secara presisi di area maupun kelompok yang paling memerlukan.

"Kami ambil data stunting yang paling banyak jumlahnya, bukan secara presentasi," ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Wihaji memaparkan, atensi khusus diarahkan pada lima provinsi yang mengantongi jumlah kasus stunting tinggi, mencakup Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, serta Banten. Sampai saat ini, torehan penerima manfaat MBG 3B telah menyentuh 7.001.015 jiwa.

"Penentuan prioritas dilakukan dengan melihat jumlah kasus stunting di suatu wilayah agar intervensi dapat diarahkan pada daerah yang memiliki kebutuhan paling besar," katanya.

Menteri Wihaji menggarisbawahi bahwa jangkauan MBG 3B pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), beserta area dengan rintangan akses yang sulit juga berkesinambungan diperluas. Sebanyak 634.712 penerima manfaat telah berhasil disasar pada delapan provinsi, yang meliputi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga Sulawesi Barat.

"Perluasan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kelompok 3B di wilayah prioritas tetap memperoleh akses terhadap makanan bergizi," katanya.

Program MBG 3B saat ini tercatat telah menyasar hingga 10.891.415 penerima manfaat di seluruh penjuru Indonesia (Berdasarkan Pusat data dan Informasi Badan Gizi Nasional per 18 Agustus 2026). 

Pelaksanaannya ditopang keberadaan 24.606 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ter sebar di pelbagai area, termasuk wilayah berakses rumit maupun daerah berkasus stunting tinggi, sehingga dampak program sanggup merangkul kelompok sasaran secara makin luas dan tepat sasaran.

Pembenahan tata kelola MBG 3B tak sebatas menjamin pasokan gizi tiba di tangan penerima manfaat, tetapi juga mengukuhkan fondasi masa depan Indonesia sejak usia dini. Lewat penajaman sasaran serta alur distribusi, Kemendukbangga/BKKBN senantiasa mengawal ketercukupan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD sebagai tindakan konkret menekan angka stunting sekaligus mencetak generasi Indonesia yang sehat, bermutu, dan berdaya saing tinggi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menggarisbawahi pula bahwa keberhasilan pemenuhan gizi untuk kelompok 3B bakal menentukan arah masa depan pembangunan bangsa.

"Kalau mau merubah masa depan Indonesia, ini kuncinya," ujar Zulkifli Hasan.

Terkini