Lewat Aksara Mahasiswa, Kemdiktisaintek Sinergikan Bantuan untuk NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:29:01 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah menggalakkan langkah konsolidasi pematangan program Aksara Mahasiswa yang merupakan singkatan dari Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa, guna memberikan dukungan penuh terhadap proses pemulihan warga masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Agenda konsolidasi ini dilangsungkan di sela-sela rangkaian kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyambangi kawasan Kabupaten Manggarai dengan didampingi oleh unsur perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, pihak Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), para pimpinan perguruan tinggi, dosen pendamping, serta perwakilan mahasiswa pada hari Rabu (26/8).

"Kami mengonsolidasikan, melihat data-data, sehingga nantinya berbagai program yang akan kami jalankan itu lebih sesuai dengan kebutuhan yang ada," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Di dalam sesi forum konsolidasi tersebut, poin-poin krusial terkait kebutuhan mendesak yang dibahas secara mendalam mencakup pemenuhan pasokan air bersih, ketersediaan aliran listrik, akses layanan fasilitas kesehatan, serta penyediaan bentuk dukungan psikologis guna memulihkan trauma psikis warga. 

Mendiktisaintek menuturkan bahwa masing-masing institusi perguruan tinggi memiliki keunggulan bidang kepakaran serta kapasitas sumber daya yang siap untuk digerakkan.

Menurut pandangannya, terdapat perguruan tinggi yang memiliki keunggulan kompetitif di sektor ilmu kesehatan, psikologi, bidang teknik, pendidikan, studi kebencanaan, hingga ranah pemberdayaan komunitas masyarakat.

"Melalui Aksara Mahasiswa, seluruh kekuatan tersebut akan kami sinergikan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, terkoordinasi, dan berkelanjutan," ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Lebih lanjut, ia menaruh harapan besar agar pelaksanaan konsolidasi strategis ini mampu mengoptimalkan efektivitas serta efisiensi program pengabdian yang digalang oleh kalangan mahasiswa dan sivitas akademika perguruan tinggi yang berasal dari luar wilayah NTT.

"Semoga dengan kegiatan ini, arah dari program-program mahasiswa berdampak, kampus berdampak yang ada di luar NTT ini jauh lebih efektif, lebih efisien, sehingga kami bisa secara cepat melakukan recovery," ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Perlu diketahui bersama, eksistensi Program Aksara Mahasiswa di NTT ini diposisikan sebagai bagian integral dari kerangka arah kebijakan utama Diktisaintek Berdampak, yang secara konsisten mendorong instansi perguruan tinggi agar mampu menjembatani ilmu pengetahuan, keahlian kepakaran, serta potensi sumber daya yang dimiliki secara langsung dengan realitas kebutuhan nyata di tengah masyarakat.

Melalui wahana program ini, para mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menimba ilmu secara akademis melainkan turut aktif memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat lewat skema kolaborasi sinergis lintas perguruan tinggi.

Penerapan pendekatan yang berorientasi ketat pada pemenuhan kebutuhan riil di lapangan tersebut diharapkan mampu mendongkrak peran strategis dunia pendidikan tinggi dalam mengawal proses kebangkitan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana di NTT.

Terkini