TNI AD dan Tentara AS Rampungkan Latihan Ksatria Warrior 2026 di Sumsel

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:44:31 WIB
Prajurit Angkatan Darat AS dan personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) [FOTO: NET].

JAKARTA - Prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyelesaikan Latihan Ksatria Warrior 2026 di Sumatera Selatan (Sumsel), demi memantapkan interoperabilitas serta kesiagaan kedua belah pihak di kawasan Indo-Pasifik.

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta melalui pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa latihan yang bergulir pada 15-28 Agustus tersebut menyatukan bantuan kemanusiaan, pembangunan sipil, hingga latihan militer demi memperkokoh interoperabilitas serta kesiagaan.

Bagi Mayor Luis Sanchez dari Cadangan Angkatan Darat AS, Ksatria Warrior 2026 menjadi momentum krusial guna mempererat kemitraan yang dapat memegang peranan vital dalam operasi di kawasan Indo-Pasifik pada masa depan.

“Saat kami memikirkan mengenai ancaman yang akan kami hadapi di Pasifik, sangatlah penting bahwa kami bisa bekerja sama dengan pasukan mitra kami, yang mampu menggabungkan kekuatan. Sehingga kami bisa terus menghalau ancaman terbesar kami di Pasifik,” ujar Sanchez.

“Melanjutkan kemitraan kami dengan TNI AD dan tentara Indonesia, juga dengan seluruh mitra kami di sini, akan mendukung arah pembangunan, pertumbuhan dan interoperabilitas yang kami ingin capai bersama melalui latihan ini,” tuturnya.

Interoperabilitas kedua negara bereskalasi dari sekadar membina hubungan menuju fase perencanaan operasional dalam pelaksanaan Latihan Staf (STAFFEX) sebagai bagian dari deretan latihan tersebut.

Jajaran staf batalion menyelesaikan Proses Pengambilan Keputusan Militer (Military Decision-Making Process/MDMP), merancang skenario operasional, sekaligus menerbitkan perintah kepada kompi-kompi di bawah naungannya sebagai persiapan menyongsong tahap latihan selanjutnya, yaitu latihan lapangan tingkat kompi.

Sebelum latihan resmi dibuka, para prajurit dari Kompi Konstruksi Vertikal Zeni ke-215 mengawali Proyek Aksi Sipil Zeni (Engineer Civic Action Project/ENCAP) demi merajut ikatan dengan komunitas setempat.

Para tentara AS berkolaborasi dengan personel militer TNI AD guna membenahi sekolah lokal pada 11-19 Agustus. Aksi nyata tersebut sejalan dengan program latihan Angkatan Darat Pasifik serta program pendampingan kemanusiaan dan sipil.

Kapten David Carrion, Garda Nasional Angkatan Darat AS yang ditempatkan pada Kompi Konstruksi Vertikal Zeni ke-215 menerangkan bahwa agenda tersebut bukan sekadar latihan militer umum, melainkan turut menghadirkan dampak riil.

“Kami sesungguhnya melihat hasilnya secara langsung, bagaimana sekolah berhasil dibangun berkat kerja keras kami dan kemitraan dengan TNI,” katanya.

Terkini