Wapres Dukung Penguatan Pembekalan Pemagang ke Jepang

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:30:32 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming. (Foto: NET)

JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendorong penguatan pembekalan calon tenaga pemagang Indonesia yang akan bekerja di Jepang guna membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta memiliki pemahaman mendalam terhadap budaya dan etos kerja di negara tujuan.

Berdasarkan keterangan Sekretariat Wapres yang diterima di Jakarta pada hari Senin, Gibran menyampaikan gagasan tersebut saat menerima audiensi Ketua Umum Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI), Pranyoto Widodo, beserta jajaran pengurus inti di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada hari Jumat (28/8).

Dalam kesempatan itu, pihak Wapres bersama IKAPEKSI mendiskusikan upaya penguatan kesiapan para calon pemagang sebelum bertolak ke Jepang, yang salah satunya direncanakan melalui pendirian pusat pelatihan atau training center terpadu.

Menurut Pranyoto, keberadaan fasilitas pusat pelatihan tersebut sangat krusial untuk menjamin setiap calon pemagang memiliki kesiapan mental yang matang, pemahaman kultur yang baik, serta etos kerja yang tangguh sebelum terjun langsung ke sektor industri di Jepang.

"Dengan adanya training center yang hidup itu, nanti semua anak bangsa yang mau berangkat ke Jepang harus menjalani pendidikan di sana kurang lebih dua minggu untuk kultur budaya kerja di Jepang dan budaya hidup di Jepang. Karena itu sangat penting sekali," tuturnya.

Lebih lanjut, Pranyoto mengungkapkan bahwa gagasan pendirian pusat pelatihan tersebut mendapatkan sambutan serta tanggapan yang sangat baik dari Wapres. Dukungan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendongkrak kualitas pemagang nasional sekaligus mengoptimalkan nilai tambah dari pengalaman kerja mereka di Jepang.

"Sangat-sangat positif dan beliau sangat merespon dari adanya training center," tandas Pranyoto.

Sebagai informasi, IKAPEKSI merupakan asosiasi tingkat nasional yang menaungi para alumni pemagang, peserta pelatihan kerja, serta tenaga profesional asal Indonesia yang telah tuntas menjalankan program di Jepang.

Selepas kembali ke Tanah Air, para alumni tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat lewat peningkatan kompetensi, alih pengetahuan (transfer of knowledge), hingga perintisan wirausaha baru.

Terkini