Kisah Sukses Besolek, Juara Go Modern 2025 yang Rasakan Manfaat Program Pertamina UMK Academy, Pastikan Pelaksanaan Tepat Waktu

Selasa, 01 September 2026 | 15:13:02 WIB
Besolek, Juara Go Modern Pertamina UMK Academy 2025, berfoto di sela kegiatan pembinaan usaha.

Pendaftaran Ditutup, Lebih dari 4.000 Pelaku Usaha Mendaftar Pertamina UMK Academy 2026

JAKARTA – Pendaftaran Pertamina UMK Academy 2026 resmi ditutup pada 31 Agustus 2026. Selama periode pendaftaran 21–31 Agustus 2026, lebih dari 4.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah Indonesia mendaftarkan diri untuk mengikuti program pembinaan usaha lokal unggulan dari PT Pertamina (Persero).

Jumlah pendaftar Pertamina UMK Academy 2026 meningkat tajam (hampir 2x lipat) dari pendaftar pada pelaksanaan program di periode tahun 2025. Peningkatan pendaftar ini mencerminkan antusiasme para pelaku usaha lokal kepada program Pertamina UMK Academy sebagai salah satu program pembinaan dan peningkatan kapabilitas yang bagus dan berdampak.

Program yang pertama kali diinisiasi pada tahun 2020 ini telah menjadi salah satu program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) unggulan dari Pertamina yang berfokus pada pengembangan masyarakat dan komunitas usaha lokal di Indonesia.

UMK yang telah mendaftar selanjutnya akan dikurasi dan dilakukan verifikasi administrasi, sesuai persyaratan yang telah ditentukan, untuk menentukan UMK yang berhak menjadi peserta pada rangkaian pembinaan Pertamina UMK Academy 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan antusiasme lebih dari 4.000 pendaftar menunjukkan kuatnya semangat pelaku UMK Indonesia untuk terus belajar, mengembangkan diri, menambah pengetahuan untuk meningkatkan daya saing.

“Antusiasme pendaftar menunjukkan besarnya semangat pelaku UMK Indonesia untuk mengembangkan usahanya. Melalui Pertamina UMK Academy, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didampingi untuk menerapkan pembelajaran secara langsung sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya,” ujar Baron.

Pertamina UMK Academy merupakan program pembinaan yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang dengan dua tahap pembinaan, yaitu Tahap Regional dan Tahap Nasional. Pada pembinaan tahap regional, peserta akan diberi materi dan praktek untuk penguatan dasar pengelolaan bisnis sesuai sektor usaha.

Selama pelaksanaan pembinaan tahap regional, peserta akan dipantau keaktifan dan perkembangan nya secara kontinyu oleh Tim Akselerator dan Tim Mentor. Perkembangan para peserta juga akan dinilai secara berkala untuk nanti menjadi pertimbangan dalam mengkurasi UMK yang berhak melanjutkan pembinaan ke tahap nasional.

UMK yang lolos ke pembinaan tahap nasional akan mendapatkan pembelajaran dan pendampingan yang lebih insentif berdasarkan 4 (empat) kelas "Go" : Go Modern, Go Digital, Go Online dan Go Global. Peserta pembinaan tahap nasional juga akan mendapatkan 2 materi khusus yaitu terkait "Go Green" dan "Go Aggregator".

“Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, silabus/kurikulum dan materi pembinaan disusun khusus sesuai tahapan pembinaan dan kondisi perkembangan usaha peserta agar program pembinaan dapat menghasilkan perubahan yang nyata, berdampak dan terukur,” tambah Baron.

Dari Pembinaan Menuju UMK Naik Kelas

Selama 6 (enam) tahun pelaksanaan progam, Pertamina UMK Academy telah mendampingi ribuan pelaku UMK untuk belajar, bertumbuh dan naik kelas. Rangkaian Program Pertamina UMK Academy mencakup pelatihan, tantangan/ games, praktek pemasaran, pendampingan, coaching, penguatan legalitas/sertifikasi dan fasilitas perluasan akses pasar.

Bagi peserta yang berhasil menjadi champion pembinaan tahap nasional juga akan memperoleh tambahan fasilitas berupa dukungan teknologi/alat produksi dengan nilai total hingga ratusan juta rupiah.

Salah satu peserta yang merasakan manfaat program Pertamina UMK Academy adalah Lidya SP, pemilik Besolek sekaligus Juara I kelas Go Modern Pertamina UMK Academy 2025.

Setelah mengikuti rangkaian pembinaan, Lidya mampu membenahi tata kelola produksi dan keuangan, meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan praktik zero waste, serta mengelola pemasaran digital secara lebih konsisten.

“Pengelolaan produksi dan keuangan menjadi lebih rapi, proses produksi makin efisien sehingga zero waste makin optimal,” ujar Lidya.

Menurut Lidya, perubahan tersebut turut membuat konten pemasaran Besolek menjadi lebih konsisten dan profesional. Ketertarikan serta kepercayaan pelanggan terhadap produknya pun meningkat dan turut mendorong pertumbuhan penjualan.

Pengalaman Besolek menjadi salah satu gambaran bagaimana pembelajaran dalam Pertamina UMK Academy dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan usaha. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menginspirasi peserta Pertamina UMK Academy 2026 untuk dapat memberikan komitmen penuh saat mengikuti seluruh rangkaian program pembinaan.

“Pertamina berharap UMK Academy 2026 dapat melahirkan semakin banyak pelaku usaha yang memiliki tata kelola baik, adaptif terhadap teknologi, mampu memperluas pasar, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” tutup Baron.

Pertamina UMK Academy mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Program ini juga selaras dengan Asta Cita dalam memperkuat kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta meningkatkan kesempatan kerja berkualitas melalui penguatan kapasitas dan daya saing UMK Indonesia.

Terkini