JAKARTA - Tim Alfa gabungan dari tiga matra TNI melangsungkan surveilans serta pemetaan via udara guna memantau titik panas sekaligus mencari rute tercepat menuju titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kalimantan Barat.
"Kegiatan tersebut mendapat dukungan Yon Parako 466 Pasgat yang menurunkan satu tim visual control point (VCP) untuk mengarahkan pergerakan paramotor dalam operasi pemetaan dari udara di Desa Mekarsari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya," kata Tertua VCP dari Yon Parako 466 Pasgat Lettu Pas Richo Hamdan di Sungai Raya, Selasa (1/9/2026).
Richo memaparkan, Tim Alfa adalah gabungan personel dari berbagai satuan, di antaranya Kopassus, Korpasgat, Kostrad, dan Korps Marinir, yang diterjunkan demi mempercepat deteksi serta penanggulangan titik panas pada area yang sukar dijangkau lewat jalur darat.
Pengerahan pasukan lintas udara ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) guna membantu warga dan pemerintah dalam menanggulangi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Lewat pemantauan udara memakai paramotor, tim menjalankan pemetaan dan surveilans untuk mendeteksi sebaran titik panas sekaligus menentukan akses terdekat bagi tim pemadam menuju area kebakaran.
"Pemetaan udara dinilai penting karena sejumlah titik kebakaran di Kalimantan Barat berada di kawasan savana dan padang alang-alang yang mudah terbakar sehingga api dapat dengan cepat meluap" kata dia.
Di samping itu, jangkauan menuju area kebakaran lewat jalur darat memakan waktu yang relatif lama, khususnya untuk merambah kawasan terpencil dan terisolasi.
Melalui pemetaan via udara, para personel diharapkan sanggup memangkas durasi perjalanan dengan menetapkan lokasi pendaratan maupun rute terdekat menuju titik kebakaran.
"Personel tidak perlu menyisir kawasan secara acak, tetapi dapat langsung menuju titik yang telah dipetakan melalui pemantauan udara," tuturnya.
Selain mengandalkan paramotor, penggunaan drone turut diterapkan untuk membantu melacak titik panas dan menyajikan gambaran situasi lapangan sebelum prajurit meluncur ke lokasi.
"Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan penanganan karhutla, terutama di kawasan hutan dan lahan yang sulit dijangkau, sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas," tuturnya.