PTBA Patok Target Produksi Batu Bara 49,55 Juta Ton pada 2026

Selasa, 01 September 2026 | 23:08:02 WIB
Ilustrasi Pekerja meninjau tambang batu bara milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) membidik produksi batu bara sebanyak 49,55 juta ton pada tahun ini seiring dengan peningkatan penjualan ekspor.

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengungkapkan perseroan telah memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif sehingga sanggup memacu pemulihan produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor.

“Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan,” kata Bambang dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

Dirinya memaparkan PTBA turut mengoptimalkan peluang pasar di tengah momentum kenaikan harga batu bara global lewat taktik penjualan yang adaptif. Taktik tersebut ditopang oleh program efisiensi demi menjaga disiplin operasional serta anggaran.

Sepanjang 2026, PTBA mematok target produksi batu bara sebesar 49,55 juta ton, dengan target penjualan menyentuh 49,51 juta ton. Sementara volume pengangkutan dipatok sebesar 41 juta ton dengan stripping ratio 5,63 kali.

Target ini menjadi tantangan besar bagi PTBA usai catatan produksi pada semester I/2026 masih membukukan koreksi secara tahunan.

Merujuk laporan kinerja perseroan, output batu bara PTBA pada semester I/2026 menyentuh 19,45 juta ton, menyusut 10% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 21,73 juta ton. Di sisi lain, volume penjualan tercatat 21,10 juta ton, terkikis 2% secara tahunan dari 21,62 juta ton.

Penjualan pasar domestik merosot 9% menjadi 10,77 juta ton, sedangkan penjualan ekspor justru melonjak 5% menjadi 10,33 juta ton.

Dari segmen pengangkutan, PTBA membukukan volume 18,15 juta ton pada semester I/2026, turun 6% dari 19,27 juta ton pada semester I/2025. Adapun stripping ratio membaik dari 6,17 kali menjadi 5,26 kali.

Walau volume produksi serta penjualan masih tergerus secara tahunan, performa operasional PTBA mulai memperlihatkan pemulihan pada kuartal II/2026. Hasil produksi melonjak 94% secara kuartalan, sedangkan angka penjualan tumbuh 8% secara kuartalan. Harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) turut terkerek 14% secara kuartalan dan 10% secara tahunan.

Dari aspek finansial, PTBA mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp22,03 triliun pada semester I/2026, melambung 8% dari Rp20,45 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan tersebut dibarengi dengan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 2% menjadi Rp17,78 triliun. Alhasil, perolehan laba kotor melonjak 89% menjadi Rp4,25 triliun.

Laba usaha PTBA turut melesat 209% menjadi Rp2,82 triliun dari Rp914,64 miliar. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menembus Rp2,65 triliun, melesat 218% dari Rp833,04 miliar pada semester I/2025.

PTBA mengantongi EBITDA sebesar Rp4,27 triliun, tumbuh 94% secara tahunan dari Rp2,20 triliun. Margin laba bersih dan EBITDA masing-masing menyentuh 12% dan 19%.

Dari ranah investasi, penyerapan belanja modal PTBA hingga 30 Juni 2026 terealisasi senilai Rp1,09 triliun, atau berkisar 30% dari target tahunan Rp3,64 triliun. Porsi terbesar belanja modal tersebut dialokasikan untuk pembangunan sarana pengangkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

Terkini

7 Trik Menyegarkan Rambut Berkeringat Tanpa Keramas

Selasa, 01 September 2026 | 01:03:02 WIB

SATUSEHAT RME Perkuat Pembiayaan Berbasis Nilai BPJS Kesehatan

Selasa, 01 September 2026 | 00:53:31 WIB

Baznas RI Gelar Pelatihan Pijat Syariah di Tangerang

Selasa, 01 September 2026 | 00:50:31 WIB

Cara Membuat Telur Kecap Manis Gurih yang Mudah untuk Pemula

Selasa, 01 September 2026 | 00:45:31 WIB