ERAA Siapkan Buyback Saham Senilai Rp500 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 04:11:32 WIB
PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) kembali berencana menjalankan aksi pembelian kembali saham atau buyback dengan anggaran maksimal mencapai Rp500 miliar. Pengumuman rencana tersebut disampaikan usai perseroan menuntaskan realisasi buyback senilai Rp99,85 miliar hingga tanggal 2 September 2026.

Head of Legal & Corporate Secretary Erajaya Swasembada Amelia Allen menjelaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi tersebut bakal berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2023 serta Surat Edaran OJK Nomor S-10/D.04/2026.

“Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia,” tulis Amelia di dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (3/9/2026).

Melalui keterbukaan informasi serupa, pihak ERAA menyampaikan bahwa total nilai buyback yang dipersiapkan adalah sebanyak-banyaknya senilai Rp500 miliar. 

Proses eksekusi pembelian kembali saham ini bakal dijalankan secara bertahap lewat Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kurun waktu tiga bulan, terhitung mulai tanggal 4 September 2026 sampai dengan 4 Desember 2026.

Rencana buyback teranyar ini muncul menyusul laporan hasil pembelian kembali saham sebelumnya yang diumumkan pada 2 September 2026. 

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan dengan nomor 044/ERAA/CS/V/2026 tertanggal 29 Mei 2026, ERAA tercatat telah membeli kembali sebanyak 236,27 juta saham dengan akumulasi nilai mencapai Rp99,86 miliar hingga 2 September 2026. 

Sementara itu, rerata harga pembelian kembali saham dalam rentang waktu tersebut berada di level Rp422,64 per saham.

Selepas rampungnya rangkaian buyback terdahulu, ERAA saat ini memegang kepemilikan saham treasuri sebanyak 601,59 juta saham. 

Pihak perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham ini merujuk pada regulasi OJK yang mengatur kebijakan terkait upaya menjaga kinerja serta stabilitas pasar modal pada situasi pasar yang mengalami fluktuasi secara signifikan.

Terkini