JAKARTA — Di tengah tren suku bunga yang tinggi, suku bunga deposito bank digital terpantau masih berada di level yang relatif tinggi. Guna menarik dana dari masyarakat sekaligus memperkuat basis pendanaan mereka, sejumlah bank digital tetap mempertahankan penawaran imbal hasil simpanan yang agresif.
Berdasarkan hasil penelusuran, besaran bunga deposito yang ditawarkan oleh berbagai bank digital saat ini berkisar antara 3,5% hingga 9% per tahun.
Angka tersebut tercatat masih melampaui tingkat bunga penjaminan (TBP) yang ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di mana TBP untuk simpanan rupiah di bank umum saat ini berada pada posisi 3,75%.
Tawaran bunga deposito paling tinggi diberikan oleh Amar Bank dengan menyentuh angka 9% per tahun. Di sisi lain, Bank Aladin Syariah memberikan bagi hasil hingga 8,5%, Krom Bank mencapai 8%, serta Superbank menawarkan hingga 7,5% per tahun.
Berikut merupakan rincian daftar bunga deposito dari sejumlah bank digital:
Amar Bank (AMAR): PT Bank Amar Indonesia Tbk memberikan kisaran bunga deposito antara 5,75% hingga 9% per tahun. Tenor satu bulan mendapatkan bunga 5,75%, yang kemudian naik menjadi 6% untuk tiga bulan, dan 6,25% untuk enam bulan.
Selanjutnya, tersedia bunga 7% untuk tenor 12 bulan, 7,5% untuk 18 bulan, serta 8% untuk 24 bulan. Adapun penawaran tertinggi sebesar 9% per tahun diperuntukkan bagi tenor 36 bulan.
Bank Aladin Syariah (BANK): Melalui produk Ala Deposito, PT Bank Aladin Syariah Tbk menyediakan tingkat bagi hasil mencapai 8,5% per tahun. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan penawaran sebelumnya yang sempat menyentuh 9% per tahun, dengan pilihan jangka waktu meliputi satu, tiga, enam, hingga 12 bulan.
Krom Bank Indonesia (BBSI): PT Krom Bank Indonesia Tbk menghadirkan dua varian produk deposito berjangka, yakni Krom Flex dan Krom Max. Krom Flex memberikan bunga 6,5%-7,5% per tahun, sementara Krom Max menawarkan bunga hingga 8% per tahun untuk tenor 12 bulan, serta bunga terendah 6,5% per tahun khusus tenor 14 hari.
Superbank (SUPA): Superbank menetapkan kisaran bunga deposito rupiah antara 6% hingga 7,5% per tahun. Bunga 6% berlaku untuk penempatan dana mulai dari Rp 500.000 sampai di atas Rp 1 miliar dengan pilihan tenor tujuh serta 14 hari.
Sementara itu, penempatan dana senilai Rp 500.000 hingga Rp 1 miliar dengan tenor satu sampai 12 bulan memperoleh penawaran bunga 7,5% per tahun.
HiBank: PT Bank Hibank Indonesia memberlakukan besaran bunga deposito online rupiah mulai dari 5% sampai 6,75% per tahun untuk jangka waktu satu, tiga, enam, serta 12 bulan.
Bank Jago (ARTO): Bank Jago memberikan bunga deposito rupiah di kisaran 5%-6,25% per tahun. Khusus simpanan di atas Rp 1 miliar, besarannya disesuaikan menjadi 6,25% per tahun atau naik 25 basis poin dari sebelumnya 6% untuk tenor satu, tiga, enam, dan 12 bulan.
Sementara untuk nominal Rp 1 juta hingga Rp 99,99 juta, bunga ditetapkan 5% untuk tenor satu bulan, dan 5,5% per tahun untuk tenor tiga, enam, serta 12 bulan.
Allo Bank (BBHI): Allo Bank Indonesia menerapkan tingkat bunga deposito sebesar 5,5%-6% per tahun bagi nasabah dengan simpanan minimal Rp 1 juta.
Bank Raya (AGRO): Lewat produk Saku Jaga Optimal, PT Bank Raya Indonesia Tbk menawarkan bunga deposito berkisar antara 4% hingga 6% per tahun. Tenor satu bulan memperoleh 4%, sedangkan tenor 24 bulan mendapatkan 6%. Di samping itu, tersedia pula bunga 4,25% untuk tenor tiga bulan, 4,5% untuk enam bulan, dan 5% per tahun untuk 12 bulan.
Blu by BCA: Melalui layanan Blu by BCA, Bank BCA Digital memberikan rentang bunga deposito 3,5%-4,75% per tahun. Penempatan dana senilai Rp 1 juta hingga Rp 9,99 juta berhak atas bunga 3,5% dengan tenor satu sampai 12 bulan, sedangkan bunga tertingginya yaitu 4,75% per tahun berlaku bagi penempatan di atas Rp 1 miliar dengan tenor tiga bulan.
SeaBank: SeaBank Indonesia mematok suku bunga deposito rupiah mulai dari 3,5% hingga 4,75% per tahun. Bunga sebesar 3,5% diberikan untuk rentang penempatan dana Rp 1 juta-Rp 9,99 juta, sedangkan penempatan dana melampaui Rp 1 miliar menikmati bunga tertinggi sebesar 4,75%.
Bank Saqu: PT Bank Saqu Indonesia menyediakan produk deposito reguler dengan batas maksimal bunga mencapai 7% per tahun bagi simpanan di atas Rp 500 juta berjangka enam hingga 12 bulan. Di sisi lain, simpanan di bawah Rp 500 juta dengan tenor tujuh hari dikenakan bunga terendah sebesar 5,5% per tahun.
Bank Neo Commerce (BBYB): BNC atau Bank Neo Commerce menawarkan produk deposito berjangka WOW dengan kisaran 4,75%-7,25% per tahun, yang mana angka ini mengalami penurunan dari penawaran sebelumnya di level 5%-7,5% per tahun.
Bunga 7,25% berlaku untuk tenor enam dan 12 bulan, 6,75% untuk tenor tiga bulan, 6% untuk tenor satu bulan, serta 4,75% sebagai bunga terendah untuk tenor tujuh hari.
Meskipun imbal hasil yang tinggi masih diandalkan sebagai strategi untuk menggaet nasabah sekaligus memperkuat pendanaan, sejumlah bank mulai mengalihkan fokus penghimpunan dananya menuju dana murah atau current account saving account (CASA) yang bersumber dari aktivitas transaksi nasabah.
Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menyatakan bahwa lembaganya akan tetap mempertahankan suku bunga deposito saat ini demi menjalankan strategi pengelolaan dana yang penuh kehati-hatian.
"Krom Bank akan mempertahankan suku bunga deposito yang berlaku sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang prudent. Kami tetap melakukan benchmarking secara aktif terhadap kondisi pasar dan pergerakan industri untuk menjaga keseimbangan antara daya saing penawaran dan keberlanjutan bisnis," ujar Anton.
Lebih lanjut, Anton menjelaskan bahwa saat ini pihaknya juga memusatkan perhatian pada penghimpunan CASA melalui pemanfaatan ekosistem digital. Kendati demikian, industri perbankan digital dihadapkan pada tantangan berupa tingginya dinamika inovasi produk serta persaingan suku bunga simpanan.
Guna mendongkrak loyalitas dan keaktifan nasabah, Krom Bank konsisten menyempurnakan fitur layanan, menghadirkan fleksibilitas, serta menggandeng berbagai mitra strategis guna memperluas jangkauan akuisisi nasabah baru.
Di sisi lain, Head of Digital Strategy Allo Bank, Destya Pradityo, mengungkapkan bahwa strategi bisnis lembaganya tidak semata-mata bertumpu pada kompetisi besaran suku bunga.
"Karena itu strategi kami tidak berfokus pada kompetisi suku bunga semata. Kami lebih menitikberatkan pada peningkatan aktivitas transaksi melalui penguatan ekosistem, perluasan use case pembayaran digital, QRIS, transfer, bill payment, serta berbagai layanan yang meningkatkan frekuensi interaksi nasabah dengan aplikasi," tutur Destya.
Menurutnya, kualitas dana murah yang baik bersumber langsung dari aktivitas transaksi dan tingkat loyalitas para nasabahnya.
Oleh sebab itu, Allo Bank lebih memilih untuk memperkuat keterlibatan atau engagement nasabah supaya pertumbuhan CASA bisa tercapai secara lebih sehat serta efisien, tanpa harus terus-menerus bergantung pada strategi penetapan harga (pricing) yang agresif.
"Kami meyakini bahwa dana murah yang paling berkualitas adalah dana yang terbentuk dari aktivitas transaksi dan loyalitas nasabah. Oleh karena itu, fokus utama kami adalah membangun engagement yang lebih dalam dan berkelanjutan, sehingga pertumbuhan CASA dapat dicapai secara lebih sehat dan efisien tanpa harus bergantung pada strategi pricing yang agresif," pungkasnya.