BNPB Catat Tiga Kabupaten Paling Terdampak Abu Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 12:45:02 WIB
Abu vulkanik letusan gunung anak Krakatau sampai ke Jakarta. [Foto: via kosadata.com]

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa terdapat tiga kabupaten yang mengalami dampak paling parah dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, yakni Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung, serta Pandeglang di Provinsi Banten.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026), menyampaikan pemantauan di kawasan terpapar abu vulkanik terus dilakukan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.

"Dalam hal ini termasuk Kementerian Kesehatan yang mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit," kata dia.

Berton memaparkan bahwa warga yang perlu bergiat di luar ruangan dianjurkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan kacamata, serta langsung membersihkan tubuh sesampainya di rumah.

Masyarakat juga disarankan untuk memperbanyak aktivitas di dalam hunian selama pemukiman mereka masih tertutup abu vulkanik.

Jika mendapati gangguan pernapasan, warga diminta segera mengakses fasilitas layanan medis.

Menteri Kesehatan pun sudah menginstruksikan jajaran puskesmas di kawasan terdampak untuk bersiap siaga, sekaligus mengantisipasi potensi pengaktifan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC).

Erupsi Gunung Anak Krakatau turut mengganggu kelancaran operasional transportasi udara. Pihak pengelola bandara bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mengamati pergerakan dan sebaran abu vulkanik lantaran partikel tersebut berisiko membahayakan penerbangan.

Setidaknya hingga Minggu (6/9) pukul 13.00 WIB, sebanyak enam bandara masih disetop operasinya secara sementara demi keamanan, yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung, hingga Husein Sastranegara di Bandung.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara dilakukan usai pemantauan kondisi di area landasan. Lapangan terbang itu ditutup sementara sejak Sabtu (6/9) pukul 12.00 WIB guna mengutamakan keselamatan para penumpang.

"Kementerian Perhubungan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan," katanya.

Kementerian Perhubungan beserta instansi terkait bakal terus mengevaluasi pergerakan abu vulkanik dan memperbarui laporan setiap empat jam sekali untuk menetapkan status operasional penerbangan.

Sementara itu, gumpalan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dinilai belum memberikan dampak besar terhadap moda transportasi laut. 

Jalur penyeberangan Selat Sunda tetap beroperasi normal, meski otoritas pelabuhan diminta memelihara kewaspadaan dan memperbarui data keselamatan pelayaran.

Pengguna jasa transportasi laut turut dianjurkan mengenakan masker demi mencegah paparan abu vulkanik, sedangkan jajaran pengelola pelabuhan diminta konsisten berkoordinasi dengan pihak terkait jika terjadi fluktuasi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Terkini