BNPB Padamkan 71 Ribu Hektare Lahan Gambut di Enam Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 22:19:32 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan telah menghanguskan seluas 72.008 hektare area gambut yang tersebar di enam wilayah provinsi, di mana seluas 71.274,29 hektare di antaranya sukses ditangani serta dipadamkan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa keenam wilayah provinsi yang dimaksud mencakup Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, serta Jambi.

“Untuk provinsi yang lahan gambut, Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, itu yang terbakar 72.008 hektare. Kemudian yang berhasil dipadamkan 71.274,29 hektare,” kata Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Berdasarkan data tersebut, sambungnya, saat ini masih tersisa kurang lebih seluas 734,81 hektare lahan gambut terbakar yang hingga kini masih berada dalam proses penanganan intensif.

Suharyanto menerangkan bahwa angka luas wilayah tersebut masih berpotensi mengalami perubahan mengingat karakter unik dari area gambut yang memungkinkan titik api kembali menyala meskipun sebelumnya telah dipadamkan.

“Karena sifatnya lahan gambut, nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan dilakukan lagi patroli dari hasil satelit pemerintah, Kementerian Kehutanan, dan BNPB,” ujar dia.

Pengawasan di lapangan sendiri dijalankan lewat kegiatan patroli via udara maupun darat yang berpedoman pada data sebaran titik panas atau hotspot hasil deteksi perangkat pemantauan satelit.

Di sisi lain, BNPB turut mendata kejadian kebakaran pada sejumlah kawasan di luar area gambut, yang meliputi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) Provinsi Kalimantan Timur seluas 4.458 hektare, kawasan pegunungan Ijen serta Gunung Butak di Jawa Timur masing-masing mencakup 2,5 hektare dan 16,5 hektare, serta kawasan Kabupaten Teluk Bintuni yang terletak di Papua Barat seluas 223,5 hektare di mana seluruhnya sudah berhasil dipadamkan.

Peristiwa kebakaran serupa turut melanda area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo seluas 4,6 hektare yang saat ini masih berstatus dalam penanganan.

Suharyanto menambahkan bahwa upaya penanggulangan bencana kebakaran pada sektor lahan non-gambut cenderung lebih gampang diselesaikan jika dikomparasikan dengan lahan gambut, dikarenakan bara api pada gambut dapat menyala kembali secara tersembunyi di bawah permukaan tanah.

Maka dari itu, pihak BNPB secara konsisten meneruskan kegiatan pengawasan dan patroli guna mendeteksi kemunculan titik panas baru ataupun sisa bara api yang kembali aktif seusai tahapan pemadaman selesai.

Terkini

Aktivitas Anak Krakatau Menurun, BNPB Siapkan OMC

Senin, 07 September 2026 | 00:22:31 WIB

Cara Membuat Gulai Nangka Tetelan Gurih dan Berempah

Senin, 07 September 2026 | 00:19:03 WIB

Gempa Flores Menurun, Pengungsi Sisa 72.864 Jiwa

Senin, 07 September 2026 | 00:06:32 WIB