Kejar 3,5 Juta Pelanggan, Begini Strategi Emiten Hashim (WIFI)

Senin, 07 September 2026 | 04:03:02 WIB
Jajaran Direksi PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten telekomunikasi terafiliasi Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge, memaparkan rincian strategi bisnis yang disiapkan korporasi demi merangkul target ambisius perolehan 3,5 juta pelanggan hingga pengujung tahun 2026.

Direktur Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, mengungkapkan bahwa sepanjang rentang paruh pertama semester I/2026 ini, WIFI tercatat telah mengantongi basis total 2,35 juta pelanggan, yang merupakan akumulasi kombinasi dari layanan Fixed Wireless Access (FWA) serta Fiber-to-the-home (FTTH).

“Panduan kami tahun ini adalah kami harus mencapai lebih dari 3,5 juta pelanggan. Kami sangat yakin kami bisa mencapai angka itu, baik dari penambahan di FWA maupun di FTTH,” ucap Shannedy dalam konferensi pers Public Expose Live, Senin (7/9/2026).

Guna merealisasikan target pertumbuhan segmen FWA dan FTTH tersebut, Shannedy melanjutkan, pihak WIFI menerapkan pendekatan strategi baru baik dari aspek percepatan pembangunan infrastruktur (deployment) maupun optimalisasi lini penjualan (sales). 

Rangkaian strategi ganda ini diyakini bakal mendongkrak kecepatan ekspansi pembangunan dari sisi jumlah titik sebaran (site) sekaligus mendongkrak performa penjualan secara signifikan.

Di samping itu, Shannedy menuturkan bahwa pihak WIFI memegang keyakinan penuh bahwa melalui penawaran harga paket berlangganan yang sangat ramah di kantong, tingkat rasio pembatalan layanan (churn rate) dapat ditekan serendah mungkin.

“Strategi untuk improve churn kami adalah dengan harga yang terjangkau, kami juga akan barengi dengan tingkat user experience atau level user experience yang tinggi, dan juga dibarengi dengan stabilitas dari jaringan juga,” tutur Shannedy.

Apabila seluruh variabel tersebut dikombinasikan secara terpadu, imbuhnya, hal ini bakal mendatangkan perbaikan signifikan dari aspek retensi pelanggan, mengingat WIFI memandang bahwa tantangan utama industri telekomunikasi di Indonesia berkisar pada persoalan daya beli harga, kualitas pengalaman pengguna (user experience), serta kestabilan konektivitas jaringan (network).

Sebelumnya, Shannedy sempat menjabarkan bahwa terdapat dua mesin penggerak utama pertumbuhan bisnis WIFI saat ini, yakni lini bisnis ritel FTTH melalui produk unggulan Starlite, yang dipasarkan dengan harga sangat terjangkau yakni Rp100.000 untuk kecepatan hingga 200 Mbps. 

Kemudian, selepas perseroan mengantongi alokasi spektrum frekuensi, pihak manajemen meluncurkan produk komersial kedua bertajuk Internet Rakyat dengan kisaran harga setara untuk kecepatan sampai 100 Mbps.

“Dua produk ini yang menjadi leading product kami di market dari sisi affordability dan juga setting the leading benchmark di competitive landscape di fixed broadband,” ucapnya.

Terkini

Carrick Soroti PR Besar MU Usai Imbang Lawan Everton

Senin, 07 September 2026 | 05:46:02 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Rilis di Indonesia, Harga Rp11 Jutaan

Senin, 07 September 2026 | 05:41:32 WIB

FFI Panggil 16 Pemain Futsal Putri untuk Laga Lawan Rusia

Senin, 07 September 2026 | 05:38:31 WIB