Surge (WIFI) Siapkan Capex Rp7 Triliun untuk Ekspansi 2026

Senin, 07 September 2026 | 04:27:01 WIB
Pemilik Arsari Group Hashim Djojohadikusumo [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten telekomunikasi terafiliasi Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau SURGE, mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) dengan estimasi nilai mencapai kisaran Rp7 triliun guna mendanai ekspansi bisnis pada tahun 2026. 

Alokasi capex tersebut difokuskan secara masif oleh pihak manajemen untuk memperluas cakupan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Direktur Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, menjelaskan bahwa secara garis besar alokasi capex WIFI diproyeksikan untuk mengakselerasi ekspansi jaringan fixed wireless access (FWA) serta Fiber-to-the-home (FTTH).

“Pada dasarnya capex kami akan digunakan untuk ekspansi jaringan FWA dan FTTH,” ujar Shannedy, dalam konferensi pers Public Expose LIVE WIFI, Senin, (7/9/2026).

Sementara itu, Investor Relations WIFI, Olivia Simon, memaparkan rincian bahwa target total penyerapan capex perseroan sepanjang tahun berjalan dipatok berada di angka sekitar Rp7 triliun. Anggaran belanja modal tersebut di antaranya dialokasikan untuk penambahan sebanyak 5.500 unit perangkat radio, dengan kalkulasi biaya satuan (unit cost) berkisar di angka US30.000perunitnya.

WIFIturutmematokalokasicapexkhususgunapengadaanperangkatmodemmerekZTEdengankisaranhargasekitarUS50 per unit. Seluruh rangkaian pengadaan perangkat keras penunjang infrastruktur ini disiapkan demi menyokong target ambisius perusahaan dalam merangkul perolehan total 3 juta pelanggan.

Di samping itu, pihak WIFI merencanakan kucuran capex sekitar Rp1 triliun yang khusus disalurkan untuk membiayai ekspansi segmen layanan FTTH melalui lini entitas anak usahanya. Investasi tersebut mencakup penambahan sekitar 1,5 juta home pass dan home connect, dengan estimasi biaya investasi berkisar Rp750.000 per pelanggan.

Lebih lanjut, WIFI menyisihkan alokasi capex senilai kisaran Rp500 miliar hingga Rp600 miliar yang diperuntukkan bagi agenda fiberisasi menara. Sementara itu, anggaran sekitar Rp100 miliar disiapkan guna menunjang penambahan kapasitas jaringan serta penguatan tulang punggung komunikasi (backbone).

Kendati demikian, realisasi penyerapan capex WIFI hingga periode paruh pertama Juni 2026 tercatat baru terserap sebesar Rp1 triliun. Menurut Olivia, lambatnya laju penyerapan anggaran belanja modal tersebut semata-mata dipengaruhi oleh faktor penyesuaian waktu (timing).

Ia menjelaskan bahwa kucuran capex senilai Rp1 triliun yang telah direalisasikan tersebut mayoritas terserap untuk mendanai penambahan infrastruktur home pass dan home connect pada level entitas anak usaha WIFI, yakni PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), serta dialokasikan untuk pengadaan perangkat pendukung di lingkup SURGE secara mandiri (standalone).

“Jadi untuk capex sebesar Rp1 triliun yang sudah dilontarkan oleh perusahaan di 30 Juni 2026 ini digunakan mainly untuk penambahan home pass dan home connect di level IJE, begitu pula dengan penambahan perangkat di level SURGE standalone,” ujar Olivia.

Ia turut menambahkan bahwa WIFI sebelumnya juga telah secara resmi meluncurkan produk inovasi FWA terbarunya yang dinamai Internet Rakyat. Pemanfaatan alokasi belanja modal WIFI tersebut, imbuh Olivia, sekaligus difungsikan untuk memperkuat ekosistem serta mendukung ekspansi komersial layanan Internet Rakyat secara berkelanjutan.

Terkini

Raphinha Kapten Baru Barca, Ukir Sejarah Pemain Brasil

Senin, 07 September 2026 | 05:49:31 WIB

Carrick Soroti PR Besar MU Usai Imbang Lawan Everton

Senin, 07 September 2026 | 05:46:02 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Rilis di Indonesia, Harga Rp11 Jutaan

Senin, 07 September 2026 | 05:41:32 WIB

FFI Panggil 16 Pemain Futsal Putri untuk Laga Lawan Rusia

Senin, 07 September 2026 | 05:38:31 WIB