Penyaluran Bansos Beras Diperpanjang hingga Akhir Tahun 2026

Selasa, 08 September 2026 | 03:29:01 WIB
Warga membawa karung bantuan pangan beras atau bansos beras [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah secara resmi memperpanjang pelaksanaan program bantuan pangan atau bansos beras untuk periode alokasi Oktober—Desember 2026 sebagai langkah menjaga ketahanan pangan keluarga, melindungi daya beli, serta menjamin ketersediaan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menilai ketetapan Kepala Negara RI kembali menegaskan betapa besarnya perhatian pemerintah dalam memastikan pasokan pangan masyarakat tetap terjamin. 

Menurut pandangannya, instruksi Presiden Prabowo mencerminkan wujud kepedulian yang amat besar bagi warga yang membutuhkan.

Dari ketersediaan stok, ujar dia, Bulog menyatakan siap penuh untuk kembali mendistribusikan bantuan pangan beras alokasi Oktober—Desember 2026.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga Penerima Bantuan Pangan, sekaligus memberikan rasa aman bahwa pemerintah hadir memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga,” kata Rizal dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Lebih jauh, Rizal membeberkan bahwa Bulog bakal memaksimalkan seluruh potensi sumber daya serta jaringan operasional perusahaan demi menyokong kelancaran proses penyaluran.

“Kesiapan stok beras pemerintah, jaringan pergudangan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, serta pengalaman Bulog dalam menjalankan berbagai penugasan pangan nasional menjadi kekuatan untuk memastikan beras dapat dipersiapkan dengan kualitas yang terjaga dan disalurkan secara efektif kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujarnya.

Ia memandang keberlanjutan bantuan pangan beras hingga Desember 2026 kian mengokohkan kolaborasi pemerintah dalam mengawal ketahanan pangan sekaligus menyajikan perlindungan nyata bagi publik.

Rizal turut menegaskan komitmen Bulog dalam mengemban setiap mandat pemerintah secara profesional, transparan, dan tepat sasaran, sehingga keberadaan cadangan pangan negara sanggup menghadirkan kemanfaatan langsung bagi warga.

“Bulog akan terus hadir di garda terdepan mendukung kebijakan pangan pemerintah dan memastikan pangan tersedia serta menjangkau masyarakat di seluruh penjuru Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa agenda Ratas juga membahas kesiapan pemerintah mengantisipasi potensi fenomena El Nino beserta deretan program bantuan yang dialokasikan bagi warga.

"Salah satu program yang mendapat arahan Presiden untuk diteruskan adalah Bantuan Pangan Beras. Arahan Bapak Presiden itu [bantuan beras] dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga.

Adapun skema bantuan beras sebelumnya disalurkan kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat dalam kategori desil 1—desil 4, dengan kuota sebanyak 10 kilogram beras per keluarga setiap bulannya. Sementara untuk alokasi periode sebelumnya hingga September 2026, pendistribusian dilakukan secara rapel sehingga penerima memperoleh total 30 kilogram beras.

Terkini

Fokus Elektrifikasi Industri, SUN Energy Tutup Bisnis SPKLU

Selasa, 08 September 2026 | 05:20:31 WIB

Potensi Investasi Hilirisasi Aluminium-Tembaga Disorot Bos IBC

Selasa, 08 September 2026 | 05:17:32 WIB

PAG Dorong Arun Lhokseumawe Jadi Hub Energi Asia

Selasa, 08 September 2026 | 05:16:01 WIB

Kisi-kisi Dividen AKR Corporindo (AKRA) untuk Tahun Buku 2026

Selasa, 08 September 2026 | 05:11:31 WIB