5 Wartawan Foto Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 21:32:02 WIB
Rombongan lima jurnalis foto dilaporkan tidak dapat dihubungi saat melaksanakan tugas peliputan untuk memotret aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: NET)

JAKARTA — Rombongan lima jurnalis foto dilaporkan tidak dapat dihubungi saat melaksanakan tugas peliputan untuk memotret aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Peristiwa tersebut berkaitan dengan rangkaian erupsi gunung api tersebut yang telah terjadi sejak Jumat, 4 September 2026.

Berdasarkan catatan, total terdapat delapan orang di dalam rombongan termasuk kru kapal yang dinyatakan hilang dalam insiden ini. Rinciannya terdiri atas Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto bertindak sebagai pemandu. 

Selanjutnya, lima wartawan yang hilang kontak mencakup M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, serta Donal Husni selaku wartawan lepas.

Kejadian ini segera menarik perhatian luas dari berbagai pihak, terutama organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI). Ketua Umum PWI Pusat, Dwi Pambudo, menegaskan bahwa prioritas utama organisasi saat ini adalah keselamatan seluruh jiwa dari rombongan jurnalis foto beserta kru kapal.

"Keselamatan rekan-rekan jurnalis di lapangan adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. PFI Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang terus bergerak satu komando dalam memantau operasi penyelamatan ini," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2026.

Kronologi kejadian bermula ketika rombongan jurnalis berangkat dari Dermaga Pandeglang menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa kapal yang dikemudikan Warta bertolak dari dermaga pada pukul 14.00 WIB dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam.

"Pukul 14.00 WIB bertolak dari dermaga Pandeglang Carita ke Gunung Anak Krakatau dengan estimasi 2 jam," ujar Amrad dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.

Rombongan tersebut sempat terputus komunikasi di perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau pada pukul 14.42 WIB. Selang beberapa jam kemudian, posisi mereka terlacak berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau pada pukul 18.13 WIB.

"Pada pukul 18.13 WIB, Senin 7 Sep 2026 posisi sudah di sekitaran Gunung Anak Krakatau. Hingga saat ini belum ditemukan," imbuhnya.

Memasuki hari kedua pencarian pada Rabu, 9 September 2026, Basarnas Banten mengerahkan tim gabungan yang dibagi ke dalam empat unit untuk memperluas sektor pencarian. Kasie Ops dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyebutkan bahwa operasi dimulai sejak pagi hari dengan dukungan sarana air lengkap.

"Operasi SAR hari kedua dimulai pada Rabu 9 September 2026, pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan dukungan berbagai sarana serta peralatan pencarian," ujar Rizky dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2026.

Armada yang diturunkan mencakup kapal KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, serta beberapa unit perahu cepat seperti RIB 01 Lampung dan RIB 02 Banten. Selain itu, pengerahan turut didukung oleh kendaraan penyelamat, truk personel, hingga drone thermal.

"Sejumlah sarana turut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, hingga drone thermal," imbuhnya.

Kepolisian Republik Indonesia juga turut memperkuat upaya pencarian. Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan personel Ditpolair Polda Banten untuk bersinergi secara maksimal bersama Basarnas.

“Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur terkait terus memaksimalkan pencarian terhadap rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan," ujar Isir di Jakarta, dikutip Rabu, 9 September 2026.

"Kolaborasi dan sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam upaya pencarian ini, dengan tetap memperhatikan kondisi serta keselamatan personel di lapangan,” pungkasnya.

Dari sisi perusahaan media, Direktur Utama Kantor Berita ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberangkatkan tim khusus gabungan pusat dan Biro Banten guna memastikan koordinasi berjalan lancar. ANTARA juga mendirikan posko siaga media bersama iNews dan Merdeka.com.

“Saat ini kami juga sudah mengirimkan tim khusus ANTARA yang merupakan gabungan dari ANTARA pusat dan Biro Banten untuk memastikan seluruh upaya komunikasi dan koordinasi berjalan terus-menerus,” kata Benny dalam keterangan resmi, Selasa, 8 September 2026.

Pemimpin Redaksi Merdeka.com, Wisnoe Moerti, turut menyampaikan harapan senada agar tim penyelamat dapat segera menemukan para jurnalis dalam keadaan selamat serta mengimbau publik agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Kami berharap operasi pencarian berjalan lancar dan jurnalis kami dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," tutur Wisnoe.

Terkini