Penetrasi Produk Lokal di Ritel Modern Capai 60%

Rabu, 09 September 2026 | 22:02:31 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen barang yang dipasarkan pada ritel modern berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk dalam negeri.

Budi menjelaskan bahwa penguatan penetrasi barang lokal ini memperlihatkan semakin luasnya peluang pemasaran bagi pelaku UMKM lewat sinergi bersama industri ritel modern.

"Menurut informasi dari ritel modern, lebih dari 60 persen produk-produk UMKM, produk-produk lokal, itu sudah mengisi di ritel modern," ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, barang-barang UMKM saat ini pun kian marak dijajakan lewat pusat perbelanjaan, toserba, serta jejaring ritel modern.

Negara terus menggenjot perluasan jangkauan pasar tersebut lewat kolaborasi bersama berbagai asosiasi peritel.

Ia memaparkan bahwa Kementerian Perdagangan telah menggandeng Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) guna memperluas distribusi produk UMKM.

Budi menambahkan bahwa komoditas UMKM yang telah dilepas ke pasaran akan dijajakan pada jaringan ritel modern, mencakup AEON yang berada di kawasan BSD, Tangerang.

"Jadi produk UMKM kami sekarang banyak dijual di mal, department store, di ritel modern sudah banyak," katanya.

Budi menguraikan bahwa pemerintah tempo dulu sempat memberlakukan aturan yang mewajibkan ritel modern agar menyediakan porsi minimal 30 persen bagi produk UMKM. Kendati demikian, aturan tersebut sempat menuai protes dari negara lain karena dikhawatirkan memicu tindakan diskriminatif.

Oleh sebab itu, pemerintah lantas mengalihkan strategi tersebut menjadi skema kemitraan strategis antara pihak ritel modern dan para pelaku UMKM. 

Ia menilai pendekatan kemitraan ini justru membuahkan dampak yang sangat menggembirakan terhadap penyerapan barang lokal di pusat perbelanjaan modern.

Ia turut menekankan bahwa pihak pemerintah bakal senantiasa memperluas akses pasar bagi UMKM, mengingat peningkatan volume produksi wajib diimbangi dengan daya jual produk yang optimal.

Terkini