Keluar dari Zona Nyaman: Ini 5 Manfaat Coba Hal Baru untuk Otak

Kamis, 10 September 2026 | 01:57:01 WIB
Ilustrasi menggambar [FOTO: NET].

JAKARTA — Kapan momen terakhir Anda berani mencoba sesuatu yang baru? Membayangkannya saja mungkin terasa menggentarkan, terkhusus bilamana Anda lebih nyaman berada di koridor aman rutinitas harian. Padahal, melangkah keluar dari zona nyaman berdampak positif bagi pertumbuhan diri.

Walaupun rutinitas harian sanggup memberi rasa aman dan kestabilan, menyelipkan kesibukan dengan pengalaman baru rupanya mengantongi nilai tambah yang amat berharga. Para ahli kesehatan mental merangkum bermacam manfaat menakjubkan dari mencoba hal baru terhadap kesehatan organ otak.

Dirangkum dari Real Simple, Rabu (9/9/2026), berikut ulasan manfaat mencoba hal baru bagi otak.

Ragam Manfaat Mencoba Hal Baru untuk Otak

1. Mengelola Stres

Menurut psikolog di PsychologyWorks, PLLC Stephanie Steele-Wren, PsyD, HSPP, berani mengambil risiko yang aman bakal membantu seseorang terbiasa pada rasa tidak nyaman.

"Kedengarannya mungkin sedikit bertentangan, tetapi pengalaman baru sebenarnya dapat mengurangi tingkat stresmu," terang dia.

Terapis, profesor psikologi, sekaligus pendiri Moms for Mental Health, Jillian Amodio, LMSW, menjelaskan bahwa belajar mengurai kecemasan saat menjajal hal baru akan mengasah jalur saraf.

"Jika kamu menghindari apa pun yang asing, tubuh tidak pernah belajar bahwa perasaan tidak nyaman dapat berlalu tanpa hal buruk terjadi," tambah Steele-Wren.

2. Melenturkan Otak

Pemilik praktik Conscious Connection Therapy Services LLC Krista Norris, LMFT, PhD(c), memaparkan, menguji hal baru sanggup merangsang neuroplastisitas, yakni kemampuan otak membentuk koneksi saraf baru.

"Pengalaman baru mengaktifkan jalur keingintahuan dan pelepasan dopamin ringan, yang mendukung motivasi, pembelajaran, dan memori," jelas dia.

Pengalaman baru sanggup membangkitkan ranah diri yang belum tergali, sehingga menopang pertumbuhan dan daya adaptasi. Menurut Steele-Wren, pola rutinitas yang terlampau monoton justru kurang baik. Menjalankan hal serupa tiap hari membuat otak beroperasi secara otomatis. Sebaliknya, sedikit variasi bakal memberikan sinyal penggugah bagi otak.

"Ini membuat otak tetap tajam dan berkontribusi pada apa yang kami sebut neuroplastisitas, di mana otak terus berevolusi untuk beradaptasi dengan semua perubahan di sekitarmu," ujar dia.

3. Membangun Kepercayaan Diri dan Ketahanan Emosional

Rasa percaya diri mekar lewat paparan tantangan yang terukur.

"Otak tidak menetapkan atau mengotak-ngotakkan kepercayaan diri pada tugas-tugas tertentu," kata Amodio. Otak justru menggunakan jam terbang pengalaman hidup demi memosisikan rasa percaya diri di mana pun hal itu dibutuhkan.

Sementara itu, Norris menggarisbawahi dampaknya terhadap ketahanan emosi.

"Pengalaman baru sering kali memicu aktivasi sistem saraf, yang pada awalnya dapat terasa seperti kecemasan," tutur Norris. Namun tatkala berhasil dilalui secara aman, tubuh belajar bahwa ketidakpastian bukan berarti ancaman bahaya.

"Secara somatik, ini membangun toleransi terhadap stres, sedangkan secara psikologis ini memperkuat kepercayaan diri," jelas Norris.

"Seiring berjalannya waktu, kepercayaan diri tumbuh dari pengalaman hidup, bukan sekadar pemikiran positif semata. Ini meletakkan dasar bagi kami untuk mulai merasa nyaman dalam ketidaktahuan," imbuhnya.

4. Mengenali Diri Sendiri

Kegiatan yang belum pernah dijajal juga menuntun seseorang lebih memahami diri sendiri. Norris menyebutkan, mencoba hal-hal baru sanggup menyingkap potensi, ketertarikan, atau pola emosional terselubung yang sebelumnya tertutup oleh rutinitas harian.

5. Memperluas Hubungan Sosial

Dari aspek sosial, Amodio menambahkan bahwa menjajal hal-hal baru sanggup memperluas cakrawala pandang dunia.

"Ini dapat membantumu terhubung dan berinteraksi lebih baik dengan orang lain, lebih memahami pengalaman hidup orang lain, dan menciptakan koneksi yang langgeng dengan orang-orang di komunitas atau lingkaran pergaulanmu," ucapnya.

Tips Mencoba Sesuatu yang Baru

Anda tidak diwajibkan mengeksekusi hal baru setiap hari. Frekuensi seminggu sekali sudah memadai untuk menghadirkan variasi tanpa memicu beban.

"Mencoba hal-hal baru tidak berarti harus melakukan perubahan besar dan mewah. Mulailah dari yang kecil dan mudah," saran Steele-Wren.

Sistem saraf beradaptasi paling ideal terhadap perubahan yang bertahap. Norris merekomendasikan untuk menjatuhkan pilihan pada agenda sederhana seperti menghadiri lokakarya, kelas singkat, atau mencoba aktivitas anyar bersama rekan tepercaya.

"Ini menjaga rasa ingin tahu tetap aktif tanpa membuatmu kewalahan," jelasnya.

Amodio mengingatkan pentingnya bersikap sabar. Pasalnya, menjajal hal baru memakan durasi waktu, serta kerap menuntut kesabaran dan ketekunan saat mengayunkan langkah awal.

Di samping itu, hindari membebani diri dengan target kesempurnaan.

"Banyak orang terjebak karena mereka pikir mereka harus menjadi luar biasa dalam sesuatu agar hal itu layak dilakukan," ujar Steele-Wren.

"Setelah mencoba sesuatu yang baru, berhentilah sejenak untuk memperhatikan bagaimana perasaanmu secara fisik dan emosional," tambah Norris.

Terkini

Vale Target Produksi 67.645 Ton Nikel

Kamis, 10 September 2026 | 03:58:01 WIB

Koke Minta Media Hentikan Rumor Kepindahan Julian Alvarez

Kamis, 10 September 2026 | 03:53:02 WIB

Pendapatan & Laba Melejit, PT Timah Siapkan Revisi RKAP 2026

Kamis, 10 September 2026 | 03:40:32 WIB