ASABRI Integrasikan Layanan Pensiun dengan Kemenkeu Lewat Metadata

Jumat, 11 September 2026 | 22:23:32 WIB
PT ASABRI (Persero) bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi meluncurkan integrasi layanan pembayaran pensiun pertama berbasis meta data [FOTO: NET].

JAKARTA - PT ASABRI (Persero) berdampingan dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia secara resmi merilis integrasi layanan pembayaran pensiun pertama berbasis metadata guna mengokohkan tata kelola layanan yang sigap, cermat, transparan, serta akuntabel bagi para peserta.

Direktur Utama PT ASABRI (Persero) Jeffry Haryadi P. Manullang mengutarakan bahwa integrasi layanan pembayaran pensiun yang menyertakan data lintas lembaga ini bakal kian mempermudah serta mempercepat proses administrasi dalam penyaluran hak pensiun peserta ASABRI.

“Dengan pertukaran data yang terintegrasi antar instansi, proses administrasi menjadi lebih tepat, risiko kesalahan dapat diminimalkan, dan layanan kepada peserta dapat diberikan lebih optimal,” jelas Jeffry dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/9/2026).

Keberhasilan penerapaan ini merupakan buah sinergi antara PT ASABRI (Persero) dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Sistem Perbendaharaan serta Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan.

Prosedur pembayaran pensiun pertama mencakup pertukaran data antar-lembaga yang sebelumnya sebagian besar masih diproses secara manual. Melalui penyatuan sistem ini, lalu lintas data antar-instansi berlangsung secara elektronik dan otomatis, memangkas birokrasi yang tidak perlu, menaikkan presisi data, serta mengakselerasi pencairan hak pensiun kepada penerima.

Dampaknya adalah kualitas layanan yang lebih prima dengan proses yang lebih ringkas, efisien, serta meminimalkan potensi kekeliruan sejak awal.

Integrasi dua platform pemerintah, yaitu Aplikasi Gaji Web Kementerian Keuangan dan Aplikasi Backoffice ASABRI, merampingkan alur pelayanan via satu sistem yang saling terhubung. Penggabungan tersebut memungkinkan data dari Aplikasi Gaji Web Kementerian Keuangan terhubung secara langsung dengan platform ASABRI tanpa memerlukan pemrosesan ulang secara manual.

Kemudahan ini mendatangkan faedah bagi semua entitas yang terlibat. Bagi peserta ASABRI, penyatuan sistem dapat mempercepat fase pembayaran pensiun pertama. Sementara untuk pihak ASABRI dan Kementerian Keuangan, integrasi ini menyusutkan beban administrasi sekaligus mengoptimalkan efisiensi koordinasi antarunit.

Dilihat dari aspek sistemis, sinkronisasi data yang kian presisi membantu menjamin ketersediaan data yang sah sehingga penyaluran hak dapat dieksekusi secara tepat kepada penerima yang berhak. 

Integrasi ini turut merampingkan proses bisnis, mengotomatiskan alur administrasi yang semula dikerjakan manual, serta memacu digitalisasi berkas agar operasional menjadi lebih efisien dan aman.

Selain memacu kecepatan pembayaran pensiun pertama, integrasi sistem juga memperkuat akuntabilitas dalam pembukuan kewajiban atau utang peserta ASABRI yang memasuki purnatugas. Penyelarasan data yang lebih presisi turut menekan potensi terjadinya kelebihan pembayaran (ketelanjuran bayar), sehingga tata kelola pembayaran pensiun menjadi lebih rapi, tepat, dan akuntabel.

ASABRI bertekad untuk konsisten mengevaluasi serta membenahi implementasi integrasi ini. Sebagai pemungkas, ASABRI mendorong perluasan skema integrasi serupa menuju layanan pembayaran Tabungan Hari Tua (THT), agar seluruh hak peserta dapat terlayani dalam satu rangkaian proses yang lebih efisien dan menyeluruh.

Selaku pengelola program asuransi sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri, serta ASN di lingkup Kementerian Pertahanan dan Polri, ASABRI akan terus hadir menyajikan layanan terbaik bagi peserta ASABRI di tiap fase kehidupan mereka, mulai dari masa aktif hingga purna tugas, dengan terus mendayagunakan teknologi informasi, mengoptimalkan tata kelola dana, serta menerapkan tata kelola yang baik.

Terkini

Hadapi Pelemahan Rupiah, Kalbe Farma Andalkan Strategi Ini

Jumat, 11 September 2026 | 00:22:01 WIB

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima Manfaat MBG

Jumat, 11 September 2026 | 00:15:32 WIB

Mitigasi Karhutla, BNPB Pertimbangkan Teknologi Sambonesia

Jumat, 11 September 2026 | 00:04:31 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga III, Asap Kawah Tak Teramati

Jumat, 11 September 2026 | 23:59:31 WIB