Waspada Modus Baru, BNN Ungkap Peredaran Narkotika Berbentuk Cair

Selasa, 15 September 2026 | 17:34:32 WIB
Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan peringatan bahwa peredaran narkotika yang dikemas dalam wujud bentuk cair telah bertransformasi menjadi bagian dari tren perkembangan modus operandi kejahatan narkotika baru yang mutlak memerlukan tingkat kewaspadaan tinggi.

"Muncul narkotika dalam bentuk cair yang telah banyak diungkap oleh BNN bersama aparat penegak hukum lainnya dalam beberapa bulan terakhir," ujar Suyudi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Suyudi memaparkan data bahwa sepanjang kurun waktu dua bulan terakhir saja, pihak BNN sukses membongkar dan menggagalkan penyelundupan akumulasi total hampir delapan ton barang haram narkotika melalui empat operasi penindakan kasus skala besar.

Salah satu dari rangkaian kasus tersebut, ungkapnya, melibatkan penemuan pasokan tangkapan sekitar 3,37 ton komoditas kuncup bunga ganja selundupan yang berasal dari Thailand, di mana komoditas tersebut sedianya direncanakan bakal diekspor menuju wilayah benua Eropa untuk selanjutnya menjalani proses ekstraksi diubah menjadi produk narkotika cair.

Di samping temuan kasus tersebut, BNN juga tercatat berhasil membongkar sejumlah jaringan kasus penyelundupan zat etomidate serta narkotika jenis sabu yang berwujud bentuk cair, suatu indikasi nyata yang memperlihatkan semakin beragamnya variasi bentuk fisik narkotika serta kelihaian celah modus jaringan sindikat internasional dalam menyelundupkan sekaligus mengedarkannya di wilayah teritorial Indonesia.

"Tentunya pintu masuknya juga semakin terlihat trennya di kalangan anak-anak kami, melalui rokok-rokok elektrik atau vape. Mereka seolah-olah sedang menggunakan rokok elektrik biasa, padahal di dalamnya terdapat narkotika cair yang kemudian digunakan melalui perangkat tersebut," kata Suyudi.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa rekomendasi tegas yang dikeluarkan oleh pihak BNN untuk melarang total penggunaan perangkat rokok elektrik didasarkan secara empiris pada hasil uji laboratorium terhadap 1.745 sampel cairan rokok elektrik yang diteliti di laboratorium BNN.

Berdasarkan uji sampel tersebut, tercatat ada sebanyak 1.716 sampel yang terdeteksi positif mengandung zat kandungan narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS).

Menurut pandangan Suyudi, hasil diskusi mendalam bersama jajaran dokter spesialis jantung, paru, serta spesialis penyakit dalam juga menunjukkan fakta bahwa kandungan senyawa kimia berbahaya di dalam rokok elektrik terbukti menyimpan risiko tinggi memicu timbulnya gangguan kesehatan tubuh yang serius, terlebih bilamana perangkat isap tersebut terbukti telah disusupi oleh kandungan zat narkotika.

Dinamika eskalasi perkembangan bentuk kejahatan narkotika yang bergerak cepat ini pada akhirnya menjadi salah satu latar belakang pendorong utama mengapa pihak BNN gencar mengampanyekan desakan pelarangan total penggunaan rokok elektrik di lingkungan korporasi perusahaan.

Seruan imbauan persuasif tersebut antara lain disampaikan secara langsung kepada jajaran manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tatkala agenda kegiatan sosialisasi terkait perkembangan peta peredaran narkotika di tanah air yang ditujukan khusus bagi para pegawai Garuda Indonesia di kawasan Tangerang, Banten, pada hari Rabu (9/9).

Menanggapi instruksi imbauan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, memberikan penegasan kuat atas komitmen korporasi dalam menjaga stabilitas iklim lingkungan kerja yang aman, sehat, serta steril dari segala bentuk praktik penyalahgunaan narkotika.

Sebagai entitas perusahaan maskapai penerbangan nasional yang memikul tanggung jawab besar terhadap standar keselamatan serta keamanan operasional penerbangan, pihak Garuda Indonesia memastikan bahwa sama sekali tidak ada celah ruang toleransi bagi praktik penyalahgunaan narkotika di lingkungan perusahaan.

Glenny menaruh harapan besar bahwa sinergi kolaborasi strategis bersama pihak BNN ini mampu memperkuat tingkat kepekaan kewaspadaan seluruh jajaran personel terhadap ancaman bahaya narkotika, sehingga setiap insan pegawai Garuda Indonesia senantiasa mampu mengemban tugas secara profesional, terkhusus dalam memprioritaskan faktor pengawalan keselamatan penerbangan.

Sebagai penutup rangkaian agenda acara penyuluhan sosialisasi tersebut, para pegawai Garuda Indonesia secara serentak menjalani rangkaian tes pemeriksaan urine sebagai instrumen langkah deteksi dini pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkokoh komitmen bersama dalam mewujudkan ruang lingkup lingkungan kerja yang bersih tuntas dari jerat narkoba.

Terkini