Fokus Jaga Kondisi, Timnas Esports Kurangi Porsi Latihan

Selasa, 15 September 2026 | 21:24:01 WIB
Manajer timnas esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo. (Foto: NET)

JAKARTA - Tim nasional esports Indonesia mulai menurunkan porsi latihan fisik bagi para atletnya menjelang keberangkatan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap bugar dan optimal saat hari pertandingan tiba.

Manajer timnas esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo, menyatakan bahwa seluruh atlet kini berada dalam keadaan sehat walafiat seusai melewati serangkaian persiapan yang terbilang padat.

"Semua dalam keadaan sehat. Kami menjaga para atlet dengan kondisi prima supaya bisa berangkat semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik," ungkap Glorya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Glorya menambahkan, penyesuaian intensitas latihan merupakan elemen krusial di fase akhir persiapan ini. Pihaknya enggan memberikan porsi latihan yang kelewat batas, karena hal tersebut justru berisiko merusak kebugaran fisik para atlet sebelum bertanding.

Terkait urusan teknis pelatihan, Glorya mempercayakannya secara penuh kepada jajaran pelatih dan asisten pelatih, mengingat mereka dinilai paling mengerti keadaan setiap atletnya.

"Kami percayakan kepada para coaches. Dari para coaches dan juga para asisten coach sudah tahu cara tidak meng-force terlalu banyak latihan seperti apa," tutur Glorya.

Dirinya menyebutkan bahwa pengurangan beban latihan sudah mulai diterapkan, khususnya yang berkaitan dengan fisik.

"Kalau teman-teman lihat, dari fisik juga sudah mulai intensitasnya sudah mulai kami kurangi," ucap Glorya.

Di sisi lain, pihak manajemen lebih menitikberatkan pada sokongan nonteknis. Tujuannya adalah agar para pemain bisa lebih berkonsentrasi menjalani persiapan serta merawat kebugaran tubuh sampai waktu keberangkatan tiba.

Glorya menginformasikan bahwa tim direncanakan akan bertolak pada pekan depan. Oleh sebab itu, aspek kesehatan menjadi sorotan utama, apalagi persiapan ini berlangsung di tengah kondisi beberapa kawasan di Nagoya yang sempat dilanda banjir.

"Kami menjaga para atlet sih, untuk dengan kondisi prima bisa berangkat semaksimal mungkin," jelas Glorya.

Di samping menjaga stamina fisik, skuad esports Indonesia juga menggelar pemusatan latihan mandiri demi mempererat kekompakan antarpemain.

Glorya menerangkan bahwa langkah ini sangat penting, mengingat sejumlah nomor esports dihuni oleh para pemain andalan dari berbagai tim berbeda, atau yang biasa ia sebut sebagai "dream team".

Adanya pemusatan latihan ini diharapkan mampu memudahkan para pemain untuk berinteraksi dan berlatih bersama sebelum terjun ke medan laga kompetisi.

"Jadi otomatis harus di-pelatnaskan. Biar lebih gampang, lebih mudah untuk berinteraksi, lebih mudah untuk dipraktikkan bareng-bareng," ujar Glorya.

Ia menegaskan bahwa PB ESI terus memegang komitmen untuk menjalankan persiapan mandiri, sedangkan dukungan dari pemerintah dialokasikan untuk keperluan keberangkatan, seperti tiket dan akomodasi.

Terakhir, Glorya berharap perpaduan antara persiapan teknis dari jajaran pelatih serta dukungan nonteknis dari manajemen bisa mengantarkan para atlet pada performa terbaik mereka ketika turnamen resmi dimulai.

Terkini