FINANSIALNEWS.COM — PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) optimistis penyaluran kredit konsumer masih tumbuh positif hingga kuartal III 2026, ditopang permintaan pada segmen Pension Loan dan Mortgage. Hingga Juli 2026, kredit konsumer perseroan tercatat masih naik secara tahunan. Perusahaan menegaskan ekspansi tetap dibarengi penguatan manajemen risiko.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menyatakan pertumbuhan kredit konsumer perseroan masih berlanjut hingga Juli 2026. Permintaan yang cukup baik pada segmen fokus bank, terutama Pension Loan dan Mortgage, menjadi penopang utama.
Kedua segmen itu kini menjadi portofolio utama kredit konsumer KB Bank. Tren positif tersebut diperkirakan berlanjut hingga akhir kuartal III 2026.
Pension Loan dan Mortgage Jadi Motor Pertumbuhan
Pension Loan dan Mortgage menempati porsi terbesar dalam portofolio kredit konsumer KB Bank. Permintaan pada dua segmen ini disebut tetap terjaga sepanjang paruh pertama 2026.
“Pertumbuhan tersebut didukung oleh permintaan yang cukup baik pada segmen yang menjadi fokus Bank, khususnya Pension Loan dan Mortgage yang saat ini menjadi portofolio utama kredit konsumer KB Bank,” ujar Kunardy kepada Kontan, Selasa (15/9/2026).
Untuk menjaga momentum, KB Bank memperkuat akuisisi nasabah dan memperluas kerja sama dengan mitra. Kapasitas akuisisi di lapangan juga ditingkatkan agar penyaluran kredit tidak tersendat.
Digitalisasi Pengajuan Kredit dan Perbaikan Proses Bisnis
Dari sisi operasional, perseroan menyempurnakan proses bisnis dan mendorong digitalisasi pengajuan kredit. Langkah ini menyasar kecepatan sekaligus kemudahan layanan bagi nasabah.
Perbaikan proses dinilai penting karena permintaan kredit konsumer umumnya sensitif terhadap lama waktu persetujuan. Nasabah cenderung memilih bank yang bisa memberi kepastian lebih cepat.
Underwriting Diperketat di Tengah Ekspansi
Ekspansi kredit konsumer tetap diimbangi penguatan proses underwriting, pemantauan kualitas kredit, dan pengelolaan risiko secara prudent. Kunardy menegaskan pertumbuhan tidak hanya diarahkan pada peningkatan volume.
“Bagi KB Bank, pertumbuhan kredit konsumer tidak hanya diarahkan pada peningkatan volume, tetapi juga pada pertumbuhan portofolio yang sehat dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan profil risiko dan return bagi bank,” tuturnya.
Pendekatan itu sejalan dengan praktik perbankan nasional yang sejak beberapa tahun terakhir menaruh perhatian besar pada kualitas aset. Bank dituntut menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali sambil tetap mengejar pertumbuhan.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Bagi nasabah, strategi ini berarti proses pengajuan kredit berpotensi lebih cepat, tetapi dengan seleksi yang tidak longgar. Calon debitur tetap akan dinilai dari profil risiko dan kemampuan bayar.
Bagi investor, arah ekspansi KB Bank memberi gambaran bahwa segmen konsumer masih menjadi sumber pendapatan yang diandalkan. Namun kualitas portofolio menjadi kunci agar pertumbuhan tidak berbalik menjadi beban biaya pencadangan di kemudian hari.
Keberlanjutan tren ini hingga kuartal III 2026 akan bergantung pada daya beli rumah tangga dan stabilitas suku bunga acuan. Dua faktor itu menentukan seberapa besar permintaan kredit konsumer bertahan di pasar.