KLBF Anggarkan Rp500 Miliar Buyback Saham Periode September-Desember

Selasa, 15 September 2026 | 05:03:02 WIB
ILUSTRASI. Kalbe Learning Center [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) merencanakan aksi pembelian kembali atau buyback saham beralokasi anggaran Rp 500 miliar lewat mekanisme tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Maria Teresa Fabiola memaparkan kurun waktu buyback saham bakal dieksekusi pada 16 September–16 Desember 2026, berdurasi paling lama tiga bulan selaras dengan regulasi POJK No. 13/2023.

Ia menerangkan bahwa beban yang muncul akibat pembelian kembali saham mencakup komisi perantara pedagang efek dan beban pelengkap lainnya yang terkait buyback dengan batas maksimal 0,1% dari total nilai transaksi.

“Perkiraan nilai nominal saham yang akan dibeli kembali adalah sebesar-sebesarnya Rp 500 miliar dengan dana internal sebagai sumber pembiayaan pembelian kembali saham,” jelasnya Maria dalam keterbukaan informasi, Selasa (15/9/2026).

KLBF memprediksi efek penyusutan pendapatan bunga bakal berkisar di kisaran Rp 8,4 miliar usai periode buyback rampung. Maria menandaskan kalau penurunan pendapatan bunga ini tak memunculkan dampak material bagi KLBF.

Mengingat koreksi penghasilan bunga beserta total saham beredar, KLBF mengkalkulasi proforma laba bersih per saham seandainya buyback ini terserap utuh berada di level Rp 81,44 per lembar.

“Buyback diharapkan memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham Perseroan secara fundamental,” kata Maria.

Maria mengimbuhkan bahwa aksi buyback turut menyuguhkan ruang keluwesan bagi perseroan dalam menata modal jangka panjang, di mana saham treasuri sanggup dipindahtangankan di masa depan dengan nilai paling optimal guna mengerek nilai bagi para pemegang saham.

Terkini