Manfaat Kunyit

Lima Manfaat Kunyit Bagi Kesehatan Tubuh Jika Dikonsumsi Secara Rutin

Lima Manfaat Kunyit Bagi Kesehatan Tubuh Jika Dikonsumsi Secara Rutin
Lima Manfaat Kunyit Bagi Kesehatan Tubuh Jika Dikonsumsi Secara Rutin

JAKARTA - Selama ini kunyit lebih dikenal sebagai bumbu dapur yang memberikan warna kuning cerah pada masakan. 

Padahal, di balik perannya sebagai rempah pelengkap rasa, kunyit menyimpan potensi kesehatan yang cukup besar jika dikonsumsi secara rutin. 

Tidak heran jika rempah ini sejak lama digunakan tidak hanya dalam kuliner, tetapi juga dalam pengobatan tradisional.

Kunyit merupakan rempah berwarna kuning keemasan yang berasal dari akar tanaman Curcuma longa, tanaman asli Asia Tenggara. 

Dalam dunia kuliner, kunyit sering dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada berbagai hidangan, seperti gulai, kari, dan nasi kuning. Selain memberi warna, kunyit juga berfungsi sebagai penambah aroma khas, penghilang bau amis, serta penyeimbang rasa gurih dalam masakan.

Namun, manfaat kunyit tidak berhenti sebatas dapur. Rempah ini juga dapat dikonsumsi secara utuh atau diolah menjadi minuman dan suplemen. Ketika dikonsumsi secara rutin, kunyit diketahui mampu memberikan perubahan positif pada kondisi tubuh. 

Hal tersebut tidak lepas dari kandungan senyawa aktif di dalamnya, terutama kurkuminoid, yang telah banyak dipelajari terkait dampaknya bagi kesehatan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurkumin, senyawa utama dalam kunyit, memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. 

Senyawa inilah yang berperan penting dalam memberikan efek perlindungan bagi tubuh. Berikut lima manfaat kesehatan yang dapat dirasakan jika rutin mengonsumsi kunyit.

Membantu Mengurangi Peradangan Dalam Tubuh

Peradangan atau inflamasi sebenarnya merupakan respons alami tubuh untuk melindungi diri dari cedera atau infeksi. Namun, peradangan yang berlangsung dalam jangka panjang justru dapat berdampak buruk. 

Peradangan kronis diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, diabetes, gangguan autoimun, hingga kanker.

Kunyit dikenal mampu membantu mengurangi peradangan berkat kandungan kurkumin di dalamnya. Senyawa aktif ini memiliki efek anti-inflamasi yang bekerja dengan cara menekan respons peradangan berlebihan di dalam tubuh. 

Seorang ahli diet terdaftar, Emliy Niswanger, juga menyebutkan bahwa kurkumin berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu membersihkan radikal bebas yang merusak sel dan jaringan tubuh.

Mendukung Kesehatan Jantung Secara Alami

Manfaat lain dari konsumsi kunyit secara rutin adalah dukungannya terhadap kesehatan jantung. Kurkumin diketahui mampu mengurangi peradangan sistemik, stres oksidatif, serta oksidasi kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Ketiga faktor tersebut merupakan pemicu utama munculnya penyakit jantung.

Ahli gizi Erin Kenney menjelaskan bahwa kurkumin dalam kunyit juga berperan dalam meningkatkan fungsi endotel. Fungsi endotel yang optimal sangat penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah serta memastikan sirkulasi darah berjalan dengan baik. 

Dengan demikian, konsumsi kunyit secara teratur dapat membantu menjaga sistem kardiovaskular tetap sehat.

Membantu Menjaga Kesehatan Usus

Kesehatan usus memiliki peran besar dalam menunjang kondisi tubuh secara keseluruhan. Kunyit yang dikonsumsi secara rutin diketahui memberikan manfaat luas bagi saluran pencernaan. Sifat anti-inflamasi dan antioksidan dalam kunyit dapat membantu mengurangi peradangan di usus.

Manfaat ini sangat penting bagi penderita gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus (IBD). 

Erin Kenney juga menjelaskan bahwa kurkumin dapat membantu meningkatkan keseimbangan mikrobioma usus dengan mendorong pertumbuhan bakteri baik sekaligus menekan pertumbuhan bakteri jahat. Kondisi mikrobioma yang seimbang berkontribusi pada pencernaan yang lebih sehat dan sistem imun yang lebih kuat.

Mengurangi Nyeri Dan Peradangan Pada Sendi

Kunyit juga dikenal luas karena manfaatnya dalam membantu meredakan nyeri sendi. Kandungan anti-inflamasi dan antioksidan di dalam kunyit mampu mengurangi peradangan yang menjadi penyebab rasa nyeri dan kekakuan pada sendi.

Erin Kenney menekankan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan suplementasi kunyit memiliki efektivitas yang sebanding dengan beberapa obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAIDs). 

Hal ini berarti kunyit berpotensi membantu meredakan gejala osteoartritis, yaitu penyakit sendi yang paling umum, tanpa menimbulkan efek samping seperti yang kerap dikaitkan dengan penggunaan obat jangka panjang. 

Meski demikian, penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk menentukan dosis optimal dan memastikan efektivitasnya.

Berperan Dalam Menjaga Kesehatan Otak

Mengonsumsi kunyit secara rutin juga dikaitkan dengan perlindungan terhadap kesehatan otak. Kurkumin diketahui mampu melindungi otak dari peradangan dan kerusakan oksidatif. Kedua kondisi tersebut berhubungan erat dengan penurunan fungsi kognitif dan perkembangan penyakit neurodegeneratif.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurkumin memiliki potensi untuk mengurangi proses berbahaya tersebut serta meningkatkan hasil kognitif, khususnya pada penderita penyakit Alzheimer. 

Namun, menurut ahli Pendleton, masih diperlukan penelitian jangka panjang pada manusia untuk sepenuhnya menilai dampak kunyit terhadap kondisi neurologis kronis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index