Triniti Properti (TRIN)

Langkah Rahayu Saraswati Masuk Bisnis Properti Lewat Triniti Properti (TRIN)

Langkah Rahayu Saraswati Masuk Bisnis Properti Lewat Triniti Properti (TRIN)
Langkah Rahayu Saraswati Masuk Bisnis Properti Lewat Triniti Properti (TRIN)

JAKARTA - Masuknya figur baru ke dalam jajaran pimpinan perusahaan properti kerap menjadi sinyal perubahan arah bisnis. 

Hal inilah yang kini terjadi di PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) setelah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo resmi bergabung sebagai Komisaris Utama. Kehadiran Rahayu Saraswati dinilai membawa perspektif strategis baru, terutama dalam memperkuat fondasi bisnis dan mengoptimalkan potensi pengembangan usaha perseroan ke depan.

Triniti Properti melihat momentum ini sebagai langkah penting dalam memperluas portofolio bisnis sekaligus memperkuat struktur permodalan. Dengan latar belakang dan jejaring yang dimiliki, Rahayu Saraswati diproyeksikan berperan aktif dalam penajaman strategi bisnis jangka menengah hingga panjang, seiring tantangan industri properti yang semakin kompleks.

Masuknya Rahayu Saraswati ke Jajaran Pucuk Pimpinan TRIN

Berdasarkan keterbukaan informasi, Direktur Utama TRIN Ishak Chandra menyampaikan bahwa bergabungnya Rahayu Saraswati ke dalam jajaran manajemen diharapkan mampu memperkuat visi dan arah pengembangan perseroan. Peran tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi diarahkan untuk mendorong optimalisasi potensi bisnis yang sudah dimiliki TRIN.

“Penguatan visi dan optimalisasi potensi Ibu Rahayu difokuskan pada kontribusi strategis dalam membantu memperbaiki Struktur Permodalan dan penajaman arah pengembangan bisnis Perseroan, khususnya dalam pengembangan portofolio green development, logistics park, data center dan ulta-luxury hospitality, serta penguatan tata kelola perusahaan dan kemitraan strategis, sesuai dengan fungsi dan kewenangannya selaku Komisaris Utama dan partner strategis Perseroan,” kata Ishak.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa posisi Rahayu Saraswati tidak hanya sebagai komisaris, tetapi juga mitra strategis yang diharapkan berkontribusi langsung terhadap arah kebijakan bisnis perusahaan.

Kepemilikan Saham dan Struktur Investasi

Selain menduduki posisi Komisaris Utama, Rahayu Saraswati juga tercatat sebagai pemegang saham TRIN dengan total kepemilikan sebesar 5%, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kepemilikan ini memperkuat posisinya sebagai bagian dari pemangku kepentingan utama dalam perseroan.

Rinciannya, Rahayu Saraswati masuk melalui PT Raksaka Satya Devya yang menguasai 182.058.294 lembar saham atau setara dengan 4% saham TRIN. Sementara itu, melalui PT Rada Saraswati Surya, ia memiliki tambahan 45.514.573 lembar saham atau setara dengan 1% dari total saham perseroan. Dengan komposisi tersebut, total kepemilikan Rahayu Saraswati mencapai 5%.

Langkah investasi ini menjadi sinyal keseriusan Rahayu Saraswati dalam terjun ke bisnis properti bersama Triniti Properti. Hingga saat ini, diketahui Rahayu Saraswati tidak memiliki keterlibatan di bisnis properti lain selain melalui TRIN.

Perjanjian Kerja Sama dan Tahapan Akuisisi Saham

Masuknya Rahayu Saraswati ke dalam struktur kepemilikan dan manajemen TRIN bukanlah proses yang instan. Sebelumnya, TRIN dan Rahayu Saraswati telah menandatangani perjanjian kerja sama pada 2 Desember 2025. Dalam perjanjian tersebut, kedua pihak menyepakati pengalihan saham sebesar 5% pada tahap awal.

Selain itu, terdapat opsi lanjutan untuk meningkatkan kepemilikan hingga 20% saham TRIN. Nilai per saham dalam transaksi lanjutan tersebut akan ditentukan pada saat pelaksanaan transaksi sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Setelah perjanjian kerja sama tersebut diteken, nama Rahayu Saraswati kemudian resmi masuk sebagai Komisaris Utama TRIN berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 2 Desember 2025. Keputusan ini sekaligus menandai dimulainya peran aktif Rahayu Saraswati dalam pengambilan keputusan strategis perseroan.

Fokus Pengembangan Bisnis dan Proyek Baru

Dalam pengembangan bisnis ke depan, keterlibatan Rahayu Saraswati sebagai partner strategis akan diarahkan pada penajaman arah pengembangan portofolio TRIN. Sejumlah sektor disebut menjadi fokus utama, mulai dari green development, kawasan logistik, pusat data, hingga segmen ultra-luxury hospitality.

Ishak mengungkapkan bahwa hingga saat ini, beberapa proyek baru yang dibawa oleh Rahayu Saraswati masih berada dalam tahap peninjauan internal. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian proyek dengan strategi bisnis dan tata kelola perusahaan.

“Hingga saat ini, beberapa proyek baru yang dibawa oleh Ibu Rahayu ke dalam Perseroan dalam proses review internal. Apabila terdapat realisasi proyek baru di kemudian hari, hal tersebut akan diproses dan diumumkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku,” ujar Ishak.

Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian manajemen dalam memastikan setiap langkah ekspansi dilakukan secara terukur dan sesuai regulasi.

Penguatan Tata Kelola dan Kemitraan Strategis

Selain ekspansi portofolio, TRIN juga menempatkan penguatan tata kelola perusahaan sebagai salah satu prioritas utama. Kehadiran Rahayu Saraswati diharapkan mampu memperkuat praktik good corporate governance serta membuka peluang kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

Dengan kombinasi penguatan permodalan, arah bisnis yang lebih tajam, serta pengembangan proyek bernilai tambah, Triniti Properti optimistis dapat meningkatkan daya saing di industri properti nasional. Masuknya Rahayu Saraswati menjadi bagian dari upaya perseroan dalam membangun fondasi bisnis yang lebih solid dan berkelanjutan ke depan.

Ke depan, langkah-langkah strategis yang diambil TRIN bersama Rahayu Saraswati akan terus menjadi perhatian pasar, seiring upaya perusahaan memperluas jejaknya di sektor properti dengan pendekatan yang lebih terarah dan terukur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index