PLN

PLN dan Pemerintah Perluas Akses Listrik Gratis bagi Masyarakat Papua

PLN dan Pemerintah Perluas Akses Listrik Gratis bagi Masyarakat Papua
PLN dan Pemerintah Perluas Akses Listrik Gratis bagi Masyarakat Papua

JAKARTA - Menerangi wilayah Timur Indonesia bukan sekadar memenuhi mandat infrastruktur, melainkan sebuah upaya besar untuk menghadirkan keadilan sosial melalui akses energi. PT PLN (Persero) bersama Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengakselerasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di tanah Papua. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai ketidakmampuan masyarakat dalam menjangkau biaya penyambungan listrik, sehingga cahaya lampu dapat menyentuh rumah-rumah di pelosok Bumi Cenderawasih tanpa beban biaya bagi pemiliknya.

Sepanjang tahun 2025, program ini telah menunjukkan progres yang signifikan. Kehadiran listrik secara resmi di rumah-rumah warga kurang mampu diharapkan menjadi tonggak awal bagi peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta produktivitas ekonomi skala rumah tangga. Sinergi antara penyedia layanan energi dan pemerintah daerah menjadi kunci utama di balik keberhasilan realisasi bantuan ini di lapangan.

Capaian Realisasi BPBL dan Komitmen Pemerataan Energi

Komitmen untuk menghadirkan energi yang merata kini mulai dirasakan oleh ribuan kepala keluarga di Papua. PT PLN (Persero) mencatat sebanyak 2.362 rumah tangga di Provinsi Papua telah merasakan manfaat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada 2025 di mana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kendala geografis dan ekonomi secara bertahap dapat diatasi melalui kebijakan yang tepat sasaran.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menekankan bahwa penyaluran energi ke wilayah timur memiliki makna strategis bagi perseroan. Ia menyatakan bahwa realisasi BPBL di Papua merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung pemerataan energi, khususnya di wilayah timur Indonesia.

“Program BPBL ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua dengan menghadirkan akses listrik yang aman dan andal. Listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan,” katanya di Jayapura, Selasa.

Peta Sebaran Penerima Bantuan di Delapan Kabupaten dan Kota

Data penerima manfaat menunjukkan jangkauan program yang cukup luas, mencakup delapan kabupaten/kota di Provinsi Papua. Menurut Diksi, berdasarkan rekap data usulan BPBL 2025 Provinsi Papua, penerima bantuan tersebut tersebar secara proporsional berdasarkan kebutuhan di masing-masing wilayah.

"Kabupaten Biak Numfor tercatat sebagai daerah dengan jumlah usulan tertinggi, yakni 748 rumah tangga, disusul Kabupaten Jayapura sebanyak 612 rumah tangga dan Kabupaten Keerom 249 rumah tangga," ujarnya. Selain tiga wilayah utama tersebut, bantuan juga mengalir ke daerah lain. Ia menjelaskan, Kabupaten Kepulauan Yapen mengusulkan 149 rumah tangga, Kabupaten Sarmi 208 rumah tangga, Kabupaten Supiori 103 rumah tangga, serta Kabupaten Waropen 76 rumah tangga. Sementara itu, Kota Jayapura mengusulkan sebanyak 217 rumah tangga.

Detail Penyaluran di Wilayah Kota Jayapura

Fokus bantuan di Kota Jayapura juga terbagi secara merinci di berbagai distrik guna memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam mendapatkan akses energi gratis ini. Penyaluran di ibu kota provinsi ini menjadi etalase keberhasilan sinergi antarlembaga.

"Untuk wilayah Kota Jayapura, penerima BPBL tersebar di lima distrik, yakni Abepura sebanyak 34 rumah tangga, Heram 14 rumah tangga, Jayapura Selatan 52 rumah tangga, Jayapura Utara 98 rumah tangga, dan Muara Tami 19 rumah tangga," katanya lagi. Distribusi ini menunjukkan bahwa meskipun berada di wilayah perkotaan, masih terdapat kantong-kantong masyarakat yang memerlukan bantuan pemerintah untuk mendapatkan sambungan listrik resmi.

Sinergi Organisasi Seruni dalam Penyaluran Listrik Gratis

Keberhasilan program BPBL di Papua tidak lepas dari peran aktif organisasi Seruni yang bertindak sebagai mitra strategis dalam menjangkau masyarakat. Ketua Seruni Bidang IV, Sri Suparni Bahlil, menegaskan bahwa kolaborasi adalah fondasi utama agar bantuan ini tepat sasaran. Ia mengatakan bahwa dengan kolaborasi dari seluruh pihak, Seruni hadir untuk menyalurkan bantuan listrik kepada masyarakat di Papua khususnya pemasangan listrik gratis.

Harapan besar disematkan agar bantuan ini memberikan kemandirian energi bagi setiap rumah tangga. "Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan bijaksana sehingga seluruh instalasi kelistrikan yang ada tidak lagi untuk disambung karena setiap rumah telah memiliki listriknya masing-masing," katanya. Dengan adanya sambungan resmi, masyarakat tidak lagi perlu bergantung pada sambungan tidak resmi yang berisiko tinggi.

Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan bagi Warga

Selain memberikan akses fisik, pemerintah daerah juga menitikberatkan pada aspek keamanan penggunaan listrik. Plt Sekda Kota Jayapura, Muchlis Karim, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi PLN, ESDM, dan Seruni. Namun, ia juga memberikan peringatan keras terkait bahaya manipulasi instalasi listrik demi keselamatan warga sendiri.

"Kami mengingatkan kepada warga agar tidak melakukan sambung-sambungan listrik karena hal tersebut dapat menyebabkan korsleting dan kebakaran," katanya. Edukasi ini menjadi penting agar manfaat dari program BPBL tetap memberikan kenyamanan tanpa mengesampingkan faktor keamanan bangunan.

Simbolisasi Penyerahan Bantuan di Lapangan

Sebagai bentuk nyata dimulainya operasional bantuan ini, sejumlah rumah telah secara resmi tersambung dengan jaringan PLN melalui seremoni singkat yang dihadiri para pemangku kepentingan. Sebelumnya, telah dilakukan pemberian Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada tiga rumah oleh PLN bersama ESDM dan Serunai di Kota Jayapura.

Kegiatan ini menandai kelanjutan dari target ambisius pemerintah untuk menerangi seluruh pelosok Nusantara. Dengan tersambungnya 2.362 pelanggan baru di Papua pada tahun 2025, harapan akan masa depan yang lebih terang di wilayah timur Indonesia bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang terus diperjuangkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index