JAKARTA - Romansa antara Barcelona dan Lionel Messi seolah menjadi sebuah bab yang enggan ditutup oleh sejarah. Meski sang megabintang telah melanglang buana ke berbagai belahan dunia, bayang-bayangnya tetap menghantui setiap sudut Stadion Camp Nou. Di tengah upaya klub untuk membangun kembali kejayaan di bawah arahan manajemen baru, isu kembalinya sang "Anak Hilang" ke Catalunya bukan lagi sekadar isapan jempol. Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana para pemain muda masa depan klub menanggapi kemungkinan kembalinya sang raja.
Seorang talenta muda jebolan akademi La Masia dilaporkan menunjukkan sikap yang luar biasa dewasa sekaligus mengharukan. Mengetahui bahwa posisi utamanya mungkin terancam jika sang maestro kembali mengenakan seragam biru-merah, pemain ini justru memberikan lampu hijau dengan penuh keikhlasan. Baginya, bisa berbagi ruang ganti dengan pemain terbaik dunia adalah kehormatan yang jauh lebih berharga daripada menit bermain di lapangan.
Sikap Ikhlas Jebolan La Masia Sambut Sang Legenda
Sentimen positif ini menjadi angin segar bagi manajemen Barcelona yang tengah menimbang-nimbang langkah strategis untuk memulangkan Messi. Barcelona pulangkan Lionel Messi, satu jebolan La Masia diklaim siap dan ikhlas untuk menjadi pemain cadangan. Sikap ini menunjukkan betapa besarnya rasa hormat yang dimiliki para pemain muda terhadap sosok yang telah memberikan segalanya bagi klub.
Loyalitas tanpa syarat dari produk asli akademi ini membuktikan bahwa nilai-nilai La Masia tidak hanya soal teknis sepak bola, tetapi juga soal rasa hormat dan cinta terhadap identitas klub. Nama Messi belum bisa lepas dari ingatan para pendukung setia Barcelona. Megabintang asal Argentina tersebut sudah menjadi legenda hidup bagi raksasa Catalunya, dan kehadirannya kembali diyakini akan memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi skuat yang didominasi pemain muda.
Kenangan Pahit Perpisahan Musim Panas 2021
Mengapa kepulangan Messi begitu dinantikan? Jawabannya terletak pada luka lama yang belum sepenuhnya mengering. Hanya saja kepergiannya pada musim panas 2021 meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi para pendukung setianya. Bagaimana tidak, Messi pergi meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya tersebut dengan status bebas transfer pada musim panas 2021. Perpisahan itu terjadi secara mendadak dan tidak ideal bagi seorang pemain dengan status legenda terbesar.
Krisis global menjadi aktor utama di balik drama perpisahan tersebut. Masalah finansial yang menghantam Barca memaksa Lionel Messi angkat kaki dari klub. Padahal ia sudah menyatakan kesediaannya untuk bertahan dan bahkan bersedia melakukan pemotongan gaji yang signifikan. Namun, regulasi dan kondisi ekonomi tidak berpihak pada keinginan kedua belah pihak.
Hantaman Ekonomi dan Perjalanan Karier Messi di Luar Spanyol
Tragedi perpisahan itu adalah dampak langsung dari kondisi dunia yang sedang tidak menentu beberapa tahun silam. Apa daya kekuatan finansial Barca saat itu tengah ambruk akibat dihantam COVID-19 dan membuat Messi pergi secara cuma-cuma. Hal ini menjadi salah satu penyesalan terbesar dalam sejarah manajemen klub, di mana mereka harus merelakan simbol klub pergi tanpa mendapatkan kompensasi apa pun.
Setelah meninggalkan Spanyol, peraih Ballon d'Or terbanyak itu pun berkelana ke Prancis guna melanjutkan kariernya hingga musim panas 2023. Kariernya di Paris Saint-Germain memberikan warna baru sebelum akhirnya ia memutuskan hijrah ke Amerika Serikat guna bermain untuk Inter Miami hingga akhir 2028. Di Negeri Paman Sam, Messi tetap menunjukkan tajinya sebagai magnet sepak bola dunia yang tak tertandingi.
Wacana Kepulangan yang Menjadi Bahasan Panas di Catalunya
Meski kini telah menetap di Florida, cinta Messi terhadap Barcelona tidak pernah luntur, begitu pula sebaliknya. Meski demikian, wacana soal kepulangan Lionel Messi selalu menjadi bahasan panas di Catalunya. Setiap jendela transfer dibuka, spekulasi mengenai kontrak jangka pendek atau peran strategis bagi Messi di Barcelona selalu muncul ke permukaan.
Bagi pendukung Barcelona, melihat Messi pensiun dalam balutan seragam klub lain adalah hal yang sulit diterima. Oleh karena itu, dukungan dari para pemain internal, termasuk kesiapan pemain muda untuk mengalah dan menjadi cadangan demi memberi ruang bagi sang legenda, merupakan sinyal kuat bahwa seluruh elemen klub masih memuja sang pemilik nomor punggung 10 tersebut. Kepulangan Messi bukan sekadar soal taktik di lapangan, melainkan soal memulihkan identitas dan sejarah yang sempat retak.