Energi

Sriwijaya Capital Kucurkan 20 Juta Dolar Dukung Proyek PLTS Skala Besar

Sriwijaya Capital Kucurkan 20 Juta Dolar Dukung Proyek PLTS Skala Besar
Sriwijaya Capital Kucurkan 20 Juta Dolar Dukung Proyek PLTS Skala Besar

JAKARTA – Arus investasi di sektor energi terbarukan Indonesia kian deras seiring dengan komitmen negara mencapai target emisi nol bersih. Langkah signifikan diambil oleh perusahaan private equity Sriwijaya Capital yang secara resmi memperkuat portofolionya di sektor hijau. Melalui pendanaan strategis, perusahaan ini membidik akselerasi transisi energi nasional dengan memberikan dukungan finansial besar bagi pengembangan infrastruktur tenaga surya yang tersebar di wilayah strategis Indonesia.

Langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan dukungan nyata terhadap visi besar pemerintah Indonesia untuk menekan dominasi energi fosil. Pengumuman investasi ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem energi terbarukan bahwa sektor swasta semakin percaya diri dalam mendanai proyek-proyek keberlanjutan.

Komitmen Investasi Strategis untuk Masa Depan Hijau

Sriwijaya Capital mengumumkan investasi hingga 20 juta dolar AS di PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA). Sebagai perusahaan pengembang energi surya yang telah lama berkecimpung di tanah air, SESNA dinilai memiliki kapasitas teknis yang mumpuni untuk menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia.

Founder dan Chairman Sriwijaya Capital, Arsjad Rasjid, menyatakan optimismenya terhadap kerja sama ini. Ia memandang bahwa keterlibatan modal swasta sangat krusial dalam peta jalan energi nasional. “Kami melihat peluang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada digaris depan transisi energi Indonesia,” ujar Arsjad Rasjid.

Investasi tersebut menandai langkah Sriwijaya Capital masuk ke sektor energi terbarukan di tengah upaya pemerintah Indonesia mendorong transisi energi dan menekan ketergantungan pada energi fosil. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penetrasi energi bersih di berbagai lini industri.

Momentum Transisi Energi dan Target Net Zero Emissions 2060

Kemitraan antara Sriwijaya Capital dan SESNA hadir di tengah momentum transisi energi Indonesia yang kian intensif. Pemerintah telah menetapkan target ambisius berupa Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060, yang mana hal ini merupakan peluang pertumbuhan bagi pengembang energi terbarukan.

Dukungan dari Sriwijaya Capital dan potensi energi terbarukan Indonesia menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan SESNA ke depan. Sebagai pemain lama di industri ini, SESNA memiliki portofolio yang cukup beragam, mencakup PLTS ground-mounted (skala besar di atas tanah) dan rooftop (atap), termasuk pengembangan teknologi penyimpanan energi berupa Battery Energy Storage Solutions (BESS).

Rekam Jejak SESNA dalam Industri Energi Terbarukan

PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) bukanlah nama baru dalam industri ini. Perusahaan energi terbarukan asal Indonesia tersebut telah berfokus pada pengembangan pembangkit listrik tenaga surya sejak 2013. Fokus utamanya adalah melayani kebutuhan energi bersih untuk sektor-sektor yang memiliki konsumsi listrik tinggi.

Perusahaan tersebut aktif mengembangkan proyek-proyek tenaga surya untuk sektor pertambangan dan captive, serta sektor komersial dan industri. Fokus pada sektor pertambangan menjadi krusial, mengingat industri ini sering kali kesulitan mendapatkan akses energi bersih yang stabil dan terjangkau di lokasi-lokasi terpencil.

Akselerasi Proyek PLTS dan Teknologi BESS di Sulawesi Tengah

Hingga saat ini, rekam jejak SESNA menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Perusahaan telah berhasil mengembangkan lebih dari 30 megawatt–peak (MWp) proyek surya dengan BESS yang telah beroperasi. Selain itu, mereka juga memiliki pipeline atau rencana pengembangan masa depan dengan total kapasitas lebih dari 450 MWp.

Investasi sebesar 20 juta dolar AS dari Sriwijaya Capital ini akan menjadi bahan bakar utama bagi ekspansi SESNA. Dana tersebut akan mendukung pengembangan PLTS berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS 80 Megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah. Penggunaan baterai (BESS) menjadi sangat penting untuk memastikan pasokan listrik dari matahari tetap stabil bahkan saat cuaca mendung atau malam hari.

Chief Executive Officer SESNA, Rico Syah Alam, menyambut baik suntikan modal ini sebagai katalisator pertumbuhan perusahaan. “Investasi strategis dan dukungan dari Sriwijaya Capital akan mengakselerasi kemampuan kami mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan dalam skala besar,” tegas Rico.

Dengan masuknya modal besar dari Sriwijaya Capital ke SESNA, diharapkan transisi energi di Indonesia tidak lagi sekadar menjadi wacana, melainkan aksi nyata yang mampu menyuplai kebutuhan listrik industri secara andal, hijau, dan kompetitif. Investasi ini sekaligus membuktikan bahwa proyek energi surya skala besar memiliki nilai ekonomi yang menarik bagi investor global maupun domestik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index