Menhan

Menhan Latih Empat Ribu ASN Jadi Komcad Perkuat Pertahanan Nasional

Menhan Latih Empat Ribu ASN Jadi Komcad Perkuat Pertahanan Nasional
Menhan Latih Empat Ribu ASN Jadi Komcad Perkuat Pertahanan Nasional

JAKARTA - Program penguatan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada alat utama sistem persenjataan dan personel militer aktif. 

Pemerintah kini memperluas basis pertahanan dengan melibatkan aparatur sipil negara sebagai bagian dari Komponen Cadangan (Komcad). 

Langkah ini ditegaskan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin yang memastikan sebanyak 4.000 ASN kementerian dan lembaga akan mengikuti pelatihan Komcad pada semester pertama 2026.

Kebijakan tersebut mencerminkan upaya negara membangun pertahanan yang bersifat menyeluruh dan berlapis. 

ASN tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana kebijakan publik, tetapi juga disiapkan memiliki kesiapsiagaan bela negara. Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global dan tantangan geopolitik yang terus berkembang.

“Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih dan untuk semester pertama ini kita pusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang,” kata Sjafrie.

Pelatihan Komcad Dipusatkan di Jakarta

Pelaksanaan pelatihan Komcad bagi ASN tahap awal akan difokuskan di kementerian dan lembaga yang berada di Jakarta. Menhan menjelaskan bahwa pemusatan lokasi ini bertujuan memudahkan koordinasi serta memastikan efektivitas pelaksanaan pelatihan dasar militer.

Sjafrie menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang mengikuti retret di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Menhan menekankan bahwa pembentukan Komcad dari unsur ASN bukan sekadar program pelatihan fisik, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pertahanan negara. 

ASN dipandang sebagai elemen strategis yang memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pemerintahan.

Menumbuhkan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Keterlibatan ASN dalam Komcad memiliki tujuan utama menumbuhkan jiwa nasionalisme serta cinta tanah air. Sjafrie menegaskan bahwa ASN sebagai pelayan publik harus memiliki kesadaran bela negara yang kuat, sejalan dengan tugas pengabdian kepada masyarakat dan negara.

Menurutnya, pelatihan Komcad akan memperkuat karakter ASN agar lebih disiplin, tangguh, dan memiliki pemahaman dasar mengenai pertahanan negara. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di instansi masing-masing.

Langkah ini juga sejalan dengan konsep pertahanan semesta yang menempatkan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari sistem pertahanan nasional. Dengan demikian, ketahanan negara tidak hanya bergantung pada TNI, tetapi juga didukung oleh sumber daya manusia sipil yang terlatih dan siap siaga.

ASN Usia 18 hingga 35 Tahun Ikut Latihan Dasar

Pelatihan Komcad bagi ASN akan menyasar kelompok usia produktif. ASN yang berusia antara 18 hingga 35 tahun akan diikutsertakan dalam berbagai latihan dasar militer yang disesuaikan dengan standar pelatihan Komcad.

Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dasar kedisiplinan, ketahanan fisik, serta pemahaman mengenai sistem pertahanan negara. Setelah rangkaian pelatihan dasar selesai, para ASN akan kembali ke kementerian dan lembaga masing-masing untuk melanjutkan tugas pengabdian.

Menhan memastikan bahwa keikutsertaan ASN dalam Komcad tidak akan mengganggu kinerja birokrasi. Sebaliknya, pengalaman pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan etos kerja, loyalitas, dan semangat pengabdian ASN terhadap negara.

Pelaksanaan Dilakukan Bertahap Setiap Triwulan

Untuk menjaga efektivitas dan kesinambungan program, pelatihan Komcad bagi ASN akan dilakukan secara bertahap. Sjafrie menjelaskan bahwa pelaksanaan dibagi per triwulan agar jumlah Komcad dapat terus bertambah secara terukur.

“Kita bagi setiap triwulan sehingga nanti pada saat semester pertama kita sudah mempunyai komponen cadangan cukup besar. Itulah proyeksi bagaimana negara harus mempertahankan dirinya,” kata Sjafrie.

Pendekatan bertahap ini juga memungkinkan evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas pelatihan serta kesiapan peserta. Dengan demikian, pembentukan Komcad dari unsur ASN dapat berjalan optimal dan berkontribusi nyata terhadap sistem pertahanan negara.

Tidak Menggantikan Peran TNI

Sjafrie menegaskan bahwa ASN yang tergabung dalam Komcad tidak diproyeksikan untuk menggantikan peran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Komcad tetap berfungsi sebagai komponen pendukung yang hanya akan dimobilisasi sesuai kebutuhan dan ketentuan perundang-undangan.

TNI tetap menjadi ujung tombak utama dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Sementara itu, Komcad berperan sebagai kekuatan cadangan yang siap memperkuat pertahanan nasional dalam kondisi tertentu.

Penegasan ini penting untuk meluruskan persepsi publik bahwa pembentukan Komcad dari ASN bukan bentuk militerisasi birokrasi, melainkan penguatan kapasitas bela negara secara proporsional dan terukur.

Mendorong ASN Lebih Siap Melayani Negara

Dengan adanya program Komcad, pemerintah berharap ASN memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap peran strategis mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jiwa nasionalisme yang kuat diyakini akan berdampak positif pada kualitas pelayanan publik.

Sjafrie berharap semangat bela negara yang ditanamkan melalui pelatihan Komcad dapat memperkuat integritas ASN, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan komitmen untuk melayani masyarakat dengan lebih baik.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan semangat kebangsaan yang kokoh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index