MotoGP

Pedro Acosta Kagum Motor Ducati Marc Marquez Jelang MotoGP 2026

Pedro Acosta Kagum Motor Ducati Marc Marquez Jelang MotoGP 2026
Pedro Acosta Kagum Motor Ducati Marc Marquez Jelang MotoGP 2026

JAKARTA - Tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang bukan hanya menjadi ajang pengujian teknis, tetapi juga panggung pembuktian dominasi pabrikan. 

Di tengah persaingan ketat antar tim, perhatian Pedro Acosta tertuju pada satu hal yang sulit diabaikan: performa motor Ducati yang dinilainya telah mencapai level baru. Pengakuan tersebut muncul setelah ia melihat langsung bagaimana Desmosedici tampil konsisten dan kompetitif, termasuk di tangan Marc Marquez.

Pembalap muda Red Bull KTM itu menilai perkembangan Ducati menjelang musim MotoGP 2026 bukan sekadar peningkatan biasa. Baginya, motor pabrikan asal Italia tersebut kini tampil semakin matang dan adaptif, sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi berbagai karakter pembalap di lintasan.

Ducati Mendominasi Tes Pramusim

Pedro Acosta menunjukkan performa impresif pada tes pramusim MotoGP 2026 yang berlangsung di Sirkuit Sepang pada 3–5 Februari 2026. 

Pembalap berjuluk Baby Shark itu menutup hari terakhir dengan menempati posisi keempat secara keseluruhan, mencatatkan waktu terbaik 1 menit 58,676 detik. Catatan tersebut menegaskan bahwa KTM masih berada dalam jalur pengembangan yang positif.

Namun demikian, Acosta harus mengakui keunggulan para pembalap Ducati yang tampil dominan sepanjang tes. Dominasi tersebut terlihat dari konsistensi catatan waktu hingga kemampuan motor Desmosedici beradaptasi di berbagai kondisi lintasan. Situasi ini membuat Ducati kembali menjadi sorotan utama jelang dimulainya musim balap.

Marc Marquez, sebagai salah satu andalan Ducati, turut mencerminkan kekuatan pabrikan Italia tersebut. Keberadaan pembalap berpengalaman seperti Marquez semakin memperkuat kesan bahwa Ducati tidak hanya unggul dari sisi teknis, tetapi juga dari segi kesiapan pembalap.

Acosta Tak Terkejut dengan Kekuatan Ducati

Meski kalah saing dalam hasil tes, Pedro Acosta mengaku tidak terkejut melihat performa Ducati. Menurutnya, pabrikan tersebut memang telah lama memiliki motor yang sangat kompetitif, dan kini tampak kembali melangkah lebih jauh.

“Ducati, saya tidak akan bilang ini sebuah kejutan, tapi mereka seperti telah mencapai level baru,” kata Pedro Acosta.

Ia menilai peningkatan tersebut sulit diprediksi sumbernya, mengingat Ducati sebelumnya sudah berada di level yang sangat tinggi. Namun, hasil di lintasan menunjukkan bahwa pengembangan Desmosedici terus berjalan dengan arah yang tepat.

Desmosedici Dinilai Cocok untuk Semua Pembalap

Salah satu poin penting yang disoroti Acosta adalah fleksibilitas motor Ducati. Ia melihat Desmosedici kini menjadi motor yang mampu mengakomodasi berbagai gaya balap, sesuatu yang sangat krusial dalam kompetisi seketat MotoGP.

“Saya tidak tahu dari mana datangnya, karena motor mereka sebenarnya sudah sangat kompetitif, tetapi sekarang tampaknya kembali menjadi motor yang cocok untuk semua pembalap,” sambungnya.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa keunggulan Ducati tidak hanya terletak pada kecepatan puncak, tetapi juga pada kemudahan adaptasi. Hal ini menjadi nilai tambah besar bagi tim pabrikan yang ingin memaksimalkan potensi pembalapnya di setiap seri.

KTM Tetap Fokus pada Proses Sendiri

Meski mengakui keunggulan Ducati, Pedro Acosta menegaskan bahwa dirinya dan KTM tidak akan panik menghadapi situasi tersebut. Ia menyebut setiap pabrikan memiliki jalur pengembangan masing-masing, dan fokus utama KTM adalah terus bekerja sesuai rencana yang telah disusun.

“Saya rasa kami harus terus bekerja dengan cara kami sendiri, karena pada akhirnya kami tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan orang lain,” ujarnya.

Menurut Acosta, peningkatan performa tidak bisa dinilai hanya dari hasil tes pramusim. KTM memang mengalami kemajuan, meski belum terlalu besar, dan hal itu tetap menjadi modal penting menjelang balapan perdana.

Penilaian Sesungguhnya Dimulai di Thailand

Pedro Acosta menekankan bahwa gambaran kekuatan sebenarnya baru akan terlihat saat balapan resmi dimulai. Seri pembuka MotoGP 2026 dijadwalkan berlangsung di Thailand pada Minggu, 1 Maret 2026, dan menjadi tolok ukur utama bagi seluruh pabrikan.

“Saya pikir semua pabrikan meningkat. Kami juga, meski sedikit. Aprilia kurang lebih berada di level yang sama. Tapi, pada akhirnya, yang terpenting adalah menyelesaikan Grand Prix Thailand dan melihat di mana posisi kami sebenarnya dalam balapan,” pungkas Pedro Acosta.

Pernyataan tersebut menegaskan sikap realistis Acosta dalam menghadapi persaingan. Ia memilih menunggu hasil balapan sesungguhnya sebelum menarik kesimpulan akhir mengenai peta kekuatan MotoGP 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index