PLTS

PLTS Hybrid ISSP di Pulau Jawa Dukung Efisiensi Energi Manufaktur

PLTS Hybrid ISSP di Pulau Jawa Dukung Efisiensi Energi Manufaktur
PLTS Hybrid ISSP di Pulau Jawa Dukung Efisiensi Energi Manufaktur

JAKARTA - Pada awal tahun 2026, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (ISSP) menjalin kerja sama strategis dengan iForte Energi Nusantara, entitas yang bernaung di bawah Djarum Grup. 

Kerja sama ini bertujuan untuk membangun instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap hybrid terbesar di Pulau Jawa.

Proyek ini bertujuan untuk memperkuat efisiensi energi perusahaan sekaligus mendukung komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

Fasilitas yang Mendukung Industri Hijau

Proyek PLTS atap hybrid ini terdiri dari dua fasilitas utama milik ISSP, yaitu Spindo Plant 5 dan Plant 7, yang berlokasi di berbagai kawasan industri strategis. 

Spindo Plant 5 direncanakan memiliki kapasitas 904 kWp, sedangkan Plant 7 yang lebih besar direncanakan dengan kapasitas 5,4 MWp. 

Plant 7 juga akan dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi atau battery energy storage system (BESS) berkapasitas 1 MWh untuk memastikan pasokan energi yang stabil meskipun terjadi fluktuasi cuaca atau perubahan permintaan energi. 

Dengan kapasitas yang signifikan ini, proyek ini diperkirakan dapat menghasilkan total 9.431,31 MWh energi listrik setiap tahunnya.

Mengurangi Emisi Karbon dan Meningkatkan Daya Saing

Salah satu tujuan utama dari proyek ini adalah mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas industri. Dengan menggunakan teknologi energi surya, ISSP dapat mengurangi emisi karbon hingga 8.488 ton CO2 per tahun. 

Angka ini setara dengan penanaman sekitar 188.626 pohon, sebuah kontribusi yang signifikan terhadap upaya global untuk mengatasi pemanasan global. Selain itu, penggunaan energi terbarukan juga dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama polusi.

Bukan hanya soal keberlanjutan lingkungan, proyek ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Dengan energi surya yang lebih hemat dan berkelanjutan, ISSP dapat menurunkan biaya operasional mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan margin laba dan daya saing di pasar industri baja. 

Penerapan energi terbarukan di sektor manufaktur menjadi langkah penting untuk menghadapi persaingan global yang semakin mengutamakan keberlanjutan dan efisiensi biaya.

Model Solar OPEX untuk Mengurangi Beban Investasi Awal

Salah satu aspek yang menonjol dari kerja sama ini adalah penerapan model Solar OPEX (Operational Expenditure) yang memungkinkan ISSP untuk memanfaatkan energi surya tanpa harus melakukan investasi awal yang besar. 

Dalam model ini, perusahaan hanya membayar biaya operasional dari penggunaan energi surya, tanpa perlu membayar untuk instalasi dan infrastruktur awal. Hal ini memberi ISSP fleksibilitas finansial yang besar karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya besar di awal proyek. 

Dengan demikian, biaya operasional yang lebih rendah langsung dapat dinikmati, memberikan dampak positif pada arus kas perusahaan.

iForte Energi Nusantara, yang memiliki pengalaman dalam mengelola energi terbarukan, akan mengelola keseluruhan implementasi teknologi ini. 

Dalam kerangka ini, iForte juga akan memastikan bahwa instalasi PLTS beroperasi dengan efisien, menjaga kualitas energi yang dihasilkan dan memberikan layanan optimal kepada ISSP.

Komitmen Djarum Grup dalam Penyediaan Energi Berkelanjutan

Djarum Grup melalui iForte Energi tidak hanya mendukung ISSP dalam hal teknologi, tetapi juga berkomitmen menyediakan solusi energi yang berisiko rendah dan memiliki jaminan kinerja tinggi. 

Keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada teknologi energi terbarukan yang digunakan, tetapi juga pada infrastruktur yang didukung oleh perusahaan-perusahaan dalam grup Djarum, seperti Protelindo dan iForte. Kedua perusahaan ini memberikan landasan kuat bagi implementasi sistem energi surya secara menyeluruh di sektor manufaktur.

iForte juga memiliki keahlian dalam menyediakan energi yang dapat mengurangi risiko biaya dan memastikan bahwa investasi di sektor energi terbarukan tetap menguntungkan. 

Komitmen ini penting untuk memastikan bahwa proyek ini berjalan dengan lancar, baik dari sisi operasional maupun teknis, serta dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ISSP dan industri secara umum.

Mengembangkan Infrastruktur Energi Terbarukan di Indonesia

Proyek PLTS Hybrid ini bukan hanya tentang kebutuhan energi untuk ISSP, tetapi juga bagian dari inisiatif yang lebih besar untuk mengembangkan infrastruktur energi terbarukan di Indonesia. 

Energi terbarukan seperti tenaga surya memiliki potensi besar di Indonesia, yang dikenal dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi sepanjang tahun. 

Oleh karena itu, pengembangan teknologi ini di sektor manufaktur dapat menjadi model bagi sektor lain untuk mengikuti jejaknya dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan pengembangan lebih lanjut dalam sektor energi terbarukan, Indonesia bisa meningkatkan ketahanan energi nasional, mengurangi emisi karbon, dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi hijau. 

Proyek seperti yang dilakukan ISSP dan iForte menjadi bukti bahwa sektor industri besar bisa berkontribusi langsung pada tujuan nasional dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan memajukan sektor energi terbarukan.

Kinerja Positif dari Instalasi Surya di Plant Lainnya

Sebagai bagian dari proyek ini, ISSP dan iForte Energi juga telah mengoperasikan instalasi PLTS di beberapa fasilitas sebelumnya. Tiga fasilitas produksi utama lainnya, yakni Plant 1, 2, dan 3, telah dilengkapi dengan sistem PLTS dengan total kapasitas 2,1 MWp. 

Instalasi ini sudah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengurangan emisi karbon sebesar 2.806 ton CO2 setiap tahunnya, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. 

Keberhasilan instalasi ini membuktikan bahwa sektor industri di Indonesia dapat menjalankan proses produksi dengan menggunakan energi terbarukan, yang sekaligus mendukung upaya Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Melangkah ke Masa Depan dengan Energi Terbarukan

Melalui inisiatif ini, ISSP tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon tetapi juga membuka jalan bagi lebih banyak perusahaan di Indonesia untuk berinvestasi dalam energi terbarukan. 

Dengan semakin banyaknya industri yang beralih ke energi terbarukan, Indonesia dapat mempercepat transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. 

Ini adalah langkah penting bagi masa depan energi nasional, yang memungkinkan Indonesia untuk memenuhi target-target emisi karbon dan memastikan ketersediaan energi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Kerja sama antara ISSP dan Djarum Grup di sektor energi ini dapat menjadi contoh nyata bagi perusahaan lain di Indonesia yang ingin mengambil bagian dalam transisi energi bersih.

 Inovasi-inovasi seperti PLTS hybrid ini akan mempercepat proses menuju kemandirian energi, di mana sektor manufaktur dapat berperan sebagai pionir dalam menghadapi tantangan energi global.

Komitmen ISSP untuk Industri Hijau dan Efisiensi Energi

Dengan peluncuran proyek PLTS hybrid terbesar di Jawa ini, ISSP bersama dengan iForte Energi Nusantara dan Djarum Grup, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung transisi energi terbarukan, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan efisiensi operasional. 

Proyek ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi perusahaan, tetapi juga memberikan contoh yang menginspirasi bagi sektor manufaktur di Indonesia untuk beralih ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. 

Dengan sistem Solar OPEX dan teknologi terkini, proyek ini akan menjadi model bagi industri lain yang ingin berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan dan pengurangan dampak perubahan iklim.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index