JAKARTA - Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat turut mengubah pola perilaku masyarakat dalam mengakses berbagai layanan keuangan.
Konsumen kini tidak hanya mencari produk yang memberikan manfaat perlindungan, tetapi juga menuntut proses yang cepat, praktis, dan dapat diakses kapan saja. Perubahan preferensi ini mendorong perusahaan asuransi untuk menyesuaikan strategi bisnis mereka agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Salah satu perusahaan yang merespons tren tersebut adalah BRI Life. Perusahaan asuransi ini mulai memperkuat kehadirannya di sektor digital dengan menghadirkan produk asuransi berbasis teknologi atau insurtech. Melalui langkah ini, BRI Life berupaya menghadirkan layanan perlindungan yang lebih fleksibel dan mudah dijangkau oleh masyarakat modern yang semakin akrab dengan layanan digital.
Perubahan Perilaku Konsumen Dorong Inovasi Asuransi
Transformasi digital telah memengaruhi hampir seluruh sektor industri, termasuk asuransi. Konsumen di Indonesia kini semakin terbiasa melakukan berbagai aktivitas secara online, mulai dari transaksi keuangan hingga pembelian produk layanan. Kondisi ini mendorong perusahaan asuransi untuk berinovasi dengan menyediakan layanan berbasis digital yang lebih efisien.
Direktur Operasional BRI Life Andrew Bain, mengatakan, konsumen di Indonesia semakin mengutamakan kemudahan dan kecepatan layanan digital. termasuk dalam memenuhi kebutuhan perlindungan untuk berbagai aktivitas spesifik seperti olahraga, perjalanan, kegiatan religi, maupun event tertentu.
Kebutuhan perlindungan yang semakin beragam tersebut membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk menawarkan produk yang lebih spesifik dan sesuai dengan aktivitas masyarakat. Dengan dukungan teknologi digital, layanan asuransi kini dapat dirancang lebih fleksibel, sehingga mampu menjangkau kebutuhan perlindungan yang sebelumnya belum banyak tersentuh oleh produk konvensional.
Peluncuran Asuransi Digital MODI
Sebagai respons terhadap perubahan tersebut, BRI Life meresmikan layanan Asuransi Digital atau Mobile Digital Insurance (MODI). Produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern yang aktif dan dinamis.
Melalui MODI, masyarakat dapat mengakses layanan asuransi secara end-to-end melalui platform resmi yang telah disediakan. Hal ini memungkinkan seluruh proses dilakukan secara digital tanpa harus datang langsung ke kantor atau melalui prosedur yang rumit.
"Seluruh proses, mulai dari pemilihan paket, pembelian polis, hingga pemantauan polis, dilakukan secara daring sehingga memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat dalam memperoleh perlindungan kapan saja dan di mana saja," ujar Andrew.
Dengan sistem digital tersebut, masyarakat dapat lebih mudah memilih jenis perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, proses yang lebih sederhana juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk memiliki produk asuransi.
Pilihan Perlindungan Fleksibel dan Akses 24 Jam
Produk insurtech yang ditawarkan melalui MODI memberikan berbagai pilihan perlindungan dengan masa asuransi yang cukup fleksibel. Nasabah dapat memilih masa perlindungan mulai dari harian hingga tahunan sesuai kebutuhan masing-masing.
Selain fleksibilitas masa perlindungan, nilai uang pertanggungan yang ditawarkan juga cukup signifikan. Paket perlindungan ini menyediakan uang pertanggungan hingga Rp100 juta bagi nasabah yang memanfaatkan layanan tersebut.
Kemudahan lainnya terletak pada proses pendaftaran yang dapat dilakukan secara online. Nasabah tidak perlu melalui proses administrasi yang panjang karena seluruh tahapan dapat diselesaikan melalui platform digital yang tersedia.
Layanan ini juga memberikan akses selama 24 jam setiap hari, sehingga nasabah dapat mengakses informasi maupun layanan yang dibutuhkan kapan saja. Fitur tersebut menjadi salah satu keunggulan yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna dalam memanfaatkan produk asuransi digital.
Mendorong Inklusi Keuangan dan Perluasan Distribusi
Digitalisasi yang dilakukan BRI Life tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemudahan layanan bagi nasabah. Lebih dari itu, langkah ini juga diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi produk asuransi ke berbagai lapisan masyarakat.
Dengan memanfaatkan platform digital, perusahaan dapat menjangkau calon nasabah di berbagai wilayah tanpa terbatas oleh faktor geografis. Hal ini dinilai dapat membantu meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia yang masih memiliki potensi pertumbuhan cukup besar.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan Roadmap OJK 2023-2027 yang menekankan pentingnya peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. Melalui pengembangan layanan digital, industri asuransi diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk perlindungan keuangan.
OJK sendiri menargetkan pertumbuhan aset asuransi berada pada kisaran 5%-7%. Target ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri asuransi nasional di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Di sisi lain, OJK mencatat realisasi premi asuransi komersial di Indonesia sebesar Rp331 triliun hingga akhir 2025 atau turun 1,46% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, realisasi klaim asuransi nasional tercatat sebesar Rp216 triliun pada 2025 atau turun sekitar 4,85% dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui penguatan layanan berbasis digital seperti MODI, BRI Life berharap dapat ikut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan industri asuransi sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap produk perlindungan yang lebih mudah, cepat, dan relevan dengan kebutuhan masa kini.