JAKARTA - Persiapan pelaksanaan ujian nasional berbasis kemampuan akademik terus dimatangkan oleh pemerintah agar prosesnya berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan jumlah peserta yang mencapai jutaan siswa, koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat, daerah, hingga sekolah menjadi faktor penting untuk memastikan pelaksanaan tes berjalan tanpa hambatan.
Dalam konteks tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan berbagai langkah teknis guna mendukung kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah pembentukan posko pemantauan khusus yang akan berfungsi sebagai pusat koordinasi selama pelaksanaan ujian berlangsung.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan kesiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP.
Melalui berbagai tahapan persiapan yang dilakukan secara bertahap, pemerintah berharap pelaksanaan tes dapat berjalan tertib, transparan, serta memberikan pengalaman ujian yang baik bagi para siswa.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan membangun posko pemantauan khusus guna menjamin kelancaran teknis di lapangan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala yang dapat muncul selama pelaksanaan tes berlangsung di berbagai daerah.
Kemendikdasmen Siapkan Posko Pantau TKA SD-SMP 2026
Kehadiran posko pemantauan menjadi salah satu elemen penting dalam sistem pengawasan pelaksanaan TKA. Posko ini akan menjadi pusat komunikasi yang menghubungkan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ujian.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menjelaskan, posko ini akan berfungsi sebagai pusat kendali komunikasi antara pusat, daerah, hingga ke tingkat satuan pendidikan.
Dengan adanya pusat koordinasi tersebut, berbagai informasi mengenai pelaksanaan ujian dapat disampaikan secara cepat dan tepat. Hal ini juga memungkinkan pihak penyelenggara untuk segera mengambil langkah apabila ditemukan kendala di lapangan.
“Kemudian pas hari H insya Allah akan ada posko, melibatkan semua tim teknis atau koordinator tim teknis provinsi karena itu sangat memudahkan komunikasi langsung ke lapangan,” ujar Rahmawati.
Keberadaan posko tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara tim teknis yang berada di berbagai daerah sehingga setiap persoalan yang muncul dapat segera diatasi.
Sistem respons cepat jika terjadi kendala
Salah satu tujuan utama pembentukan posko pemantauan adalah untuk menyediakan sistem respons cepat apabila terjadi kendala operasional selama pelaksanaan ujian.
Kehadiran posko ini diproyeksikan menjadi solusi cepat jika sekolah menemukan kendala saat hari pelaksanaan.
Dalam pelaksanaan ujian berskala nasional seperti TKA, berbagai potensi kendala bisa saja muncul. Mulai dari masalah teknis, kendala jaringan, hingga kesalahan administratif dapat terjadi di lapangan.
Karena itu, keberadaan tim teknis yang siaga di berbagai tingkatan menjadi sangat penting untuk memastikan setiap persoalan dapat ditangani secara cepat.
Tim teknis yang bersiaga di tingkat provinsi hingga kabupaten akan langsung melakukan intervensi jika terjadi masalah operasional.
“Dari provinsi, biasanya ke kabupaten, kemudian langsung ke sekolah, itu bisa dilakukan dengan lebih cepat kalau ada masalah,” tambahnya.
Melalui mekanisme koordinasi yang terstruktur tersebut, diharapkan setiap kendala yang muncul dapat segera diselesaikan sehingga tidak mengganggu proses pelaksanaan ujian bagi para siswa.
Jumlah peserta mencapai 8,6 juta siswa
Skala pelaksanaan TKA tahun 2026 tergolong sangat besar karena melibatkan jutaan siswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Langkah mitigasi ini dinilai krusial mengingat skala pelaksanaan TKA 2026 yang sangat besar.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, total peserta tahun ini mencapai 8,6 juta murid.
Jumlah tersebut terbagi dalam dua jenjang pendidikan utama yang menjadi peserta Tes Kemampuan Akademik tahun ini.
Jenjang SD/MI/Sederajat: 4.452.973 murid.
Jenjang SMP/MTs/Sederajat: 4.207.509 murid.
Besarnya jumlah peserta tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan TKA memerlukan sistem koordinasi yang kuat agar proses ujian dapat berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap pelaksanaan ujian ini dapat berlangsung tertib dan memberikan hasil yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Tahapan simulasi dan gladi bersih
Sebelum pelaksanaan ujian utama, para siswa akan mengikuti beberapa tahapan persiapan yang bertujuan untuk memastikan kesiapan sistem maupun peserta.
Saat ini, peserta jenjang SD sedang menjalani tahapan simulasi yang dilakukan pihak sekolah bersama pemerintah daerah (pemda).
Tahapan simulasi ini menjadi kesempatan bagi sekolah dan siswa untuk memahami proses pelaksanaan ujian secara lebih baik. Selain itu, simulasi juga berfungsi untuk menguji kesiapan sistem teknis yang digunakan dalam pelaksanaan TKA.
Setelah simulasi berakhir, para siswa akan mengikuti tahapan gladi bersih pada 9-17 Maret 2026.
Rahmawati menekankan bahwa gladi bersih merupakan tahap final untuk memastikan seluruh aspek teknis, operasional, dan layanan siap sebelum hari pelaksanaan utama.
Tahapan ini sangat penting karena menjadi kesempatan terakhir untuk mengevaluasi kesiapan pelaksanaan ujian sebelum benar-benar dilaksanakan secara resmi.
Untuk membantu siswa beradaptasi dengan format ujian, Kemendikdasmen juga menyediakan portal latihan TKA yang dapat diakses secara gratis.
Masyarakat dan peserta didik dapat mengunjungi tautan https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/ dan memilih menu "Ayo Coba TKA!".
Melalui fasilitas latihan tersebut, siswa dapat memahami format soal serta mekanisme ujian sehingga mereka dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik dengan lebih percaya diri dan siap.