Manfaat Kurma

7 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil dan Potensi Membantu Persalinan

7 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil dan Potensi Membantu Persalinan
7 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil dan Potensi Membantu Persalinan

JAKARTA - Selama masa kehamilan, pemilihan makanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. 

Ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar kesehatan tubuh tetap terjaga sekaligus mendukung perkembangan janin secara optimal. Salah satu makanan alami yang sering direkomendasikan sebagai camilan sehat selama kehamilan adalah kurma.

Buah yang identik dengan rasa manis ini tidak hanya populer sebagai menu berbuka puasa, tetapi juga dikenal memiliki berbagai kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. 

Kurma sering disebut dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, memenuhi kebutuhan mineral penting, hingga memberikan energi tambahan bagi ibu hamil.

Kurma merupakan buah yang berasal dari pohon kurma, yaitu tanaman berbunga yang telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Rasa manisnya berasal dari gula alami yang terkandung di dalam buah tersebut, sehingga banyak orang menjadikannya sebagai alternatif pemanis alami dibandingkan gula tambahan.

Mengutip Health Shots, Direktur Departemen Obstetri dan Ginekologi, Chetna Jain, menyebut kurma mengandung berbagai mikronutrien penting seperti kalium, mangan, magnesium, dan tembaga. Selain itu, kurma juga kaya vitamin, mineral, dan antioksidan yang mendukung kesehatan ibu dan janin.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kurma memiliki potensi manfaat selama masa kehamilan. Mulai dari membantu mengatasi gangguan pencernaan hingga berperan dalam menjaga keseimbangan nutrisi tubuh.

Berikut sejumlah manfaat kurma untuk ibu hamil, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Membantu Mengatasi Sembelit

Sembelit menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami selama masa kehamilan. Perubahan hormon dalam tubuh dapat memperlambat sistem pencernaan sehingga proses buang air besar menjadi tidak lancar.

Selain itu, banyak ibu hamil juga mengonsumsi suplemen zat besi yang dapat memperburuk kondisi sembelit. Dalam situasi ini, asupan makanan yang kaya serat sangat dibutuhkan untuk membantu melancarkan pencernaan.

Mengutip WebMD, empat butir kurma mengandung sekitar 6,7 gram serat atau sekitar 25 persen kebutuhan serat harian orang dewasa. Kandungan serat tersebut membantu meningkatkan pergerakan usus sehingga dapat mengurangi risiko sembelit.

2. Menjaga Keseimbangan Cairan Tubuh

Kurma juga dikenal sebagai sumber kalium yang cukup baik. Mineral ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan serta fungsi sel dalam tubuh.

Dalam 100 gram kurma atau sekitar empat butir, terdapat sekitar 696 miligram kalium. Asupan kalium yang cukup membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh serta mendukung fungsi otot.

Pada trimester pertama sebagian ibu hamil mengalami mual dan muntah yang dapat menyebabkan penurunan kadar kalium. Mengonsumsi makanan yang kaya kalium seperti kurma dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi tubuh.

3. Membantu Mencegah Cacat Lahir

Kurma juga mengandung folat atau vitamin B yang memiliki peran penting selama masa kehamilan. Nutrisi ini dikenal berperan dalam membantu mencegah cacat tabung saraf pada bayi, seperti spina bifida.

Walaupun kandungan folat dalam kurma tidak setinggi suplemen asam folat, buah ini tetap dapat menjadi sumber nutrisi tambahan yang bermanfaat dalam pola makan ibu hamil.

Asupan folat yang cukup selama masa kehamilan sangat penting untuk mendukung perkembangan sistem saraf janin secara optimal.

4. Mencegah Anemia

Kebutuhan zat besi pada ibu hamil meningkat cukup signifikan dibandingkan sebelum kehamilan. Hal ini karena tubuh membutuhkan lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan janin.

Kurma mengandung zat besi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Jika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, ibu hamil berisiko mengalami anemia defisiensi besi.

Kondisi anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti kurma dapat membantu menjaga kadar hemoglobin tetap stabil.

5. Membantu Menjaga Gula Darah Tetap Stabil

Kurma memiliki indeks glikemik (IG) yang tergolong rendah hingga sedang. Artinya, gula alami dalam kurma dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga tidak memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis.

Hal ini penting karena sekitar 10 persen ibu hamil mengalami diabetes gestasional, yaitu kondisi kadar gula darah tinggi yang muncul selama masa kehamilan.

Memilih sumber gula alami seperti kurma dinilai lebih baik dibandingkan gula tambahan, tentunya dengan konsumsi yang tetap dalam jumlah wajar.

6. Mendukung Kesehatan Tulang

Selain mengandung zat besi dan kalium, kurma juga memiliki kandungan mineral lain seperti selenium, magnesium, dan mangan.

Mineral-mineral tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tulang serta membantu tubuh mempertahankan kepadatan tulang yang optimal.

Bagi perempuan, kesehatan tulang menjadi hal penting untuk diperhatikan karena risiko gangguan tulang seperti osteoporosis dapat meningkat seiring bertambahnya usia.

7. Mengurangi Kerontokan Rambut

Sebagian perempuan mengalami perubahan kondisi rambut selama masa kehamilan, termasuk kerontokan rambut. Hal ini sering dipengaruhi oleh perubahan hormon dalam tubuh.

Kurma mengandung zat besi yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, termasuk aliran darah ke kulit kepala. Aliran darah yang baik membantu menjaga kesehatan folikel rambut sehingga dapat mendukung pertumbuhan rambut yang lebih sehat.

Benarkah Kurma Bisa Membantu Persalinan?

Selain berbagai manfaat kesehatan tersebut, kurma juga sering dikaitkan dengan proses persalinan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kurma menjelang waktu melahirkan berpotensi membantu mempersiapkan tubuh untuk proses persalinan.

Menurut Jain, kurma berpotensi membantu merangsang persalinan. Ia menyarankan ibu hamil mulai mengonsumsi kurma pada bulan kesembilan atau setelah usia kehamilan 36 minggu, sekitar empat minggu sebelum perkiraan tanggal persalinan.

Sejumlah ahli menduga manfaat ini berkaitan dengan efek senyawa dalam kurma yang memengaruhi kerja hormon oksitosin. Oksitosin dikenal sebagai hormon yang berperan dalam memicu kontraksi saat persalinan.

Sebuah studi pada 2013 terhadap lebih dari 200 ibu hamil menemukan konsumsi kurma dapat membantu proses pelunakan leher rahim menjelang persalinan.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi enam butir kurma per hari selama empat minggu sebelum tanggal perkiraan lahir mengalami tahap pertama persalinan yang lebih singkat serta kondisi serviks yang lebih siap sebelum melahirkan.

Meski demikian, konsumsi kurma tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing ibu. Dengan pola makan yang seimbang serta konsultasi rutin dengan tenaga medis, kurma dapat menjadi bagian dari asupan nutrisi yang mendukung kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index