JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan maskapai PT Pelita Air Service (Pelita Air) guna memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor penerbangan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja profesional yang siap mendukung operasional penerbangan nasional serta memperluas akses lulusan pelatihan vokasi ke industri.
Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan hanya sebatas dukungan operasional, tetapi juga mencakup pengembangan kompetensi SDM sesuai kebutuhan industri.
“Kami mengapresiasi komitmen Pelita Air yang terbuka untuk menjalin kolaborasi ini. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha merupakan langkah positif untuk memperkuat ketahanan SDM sektor penerbangan,” ujar Cris.
Kolaborasi ini menandai upaya Kemnaker untuk memaksimalkan peran Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga mendukung kelancaran tugas pegawai Kemnaker sekaligus membangun SDM penerbangan yang siap pakai.
Pelatihan SDM Penerbangan Lewat Balai Vokasi Kemnaker
Selain mendukung operasional tugas Kemnaker, kerja sama ini juga fokus pada implementasi aspek ketenagakerjaan, terutama penyiapan SDM industri penerbangan.
Cris menegaskan, melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Kemnaker dapat menyiapkan SDM sesuai kebutuhan spesifik Pelita Air.
“Kami memiliki BPVP dan BLK yang siap menyiapkan SDM penerbangan. Pelita Air dapat memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja, baik jumlah maupun keterampilan, dan kami menyediakan calon pekerja yang siap,” jelas Cris.
Program pelatihan ini mencakup keterampilan teknis di bidang operasional maskapai, perawatan pesawat, layanan penumpang, hingga manajemen kargo.
Dengan begitu, lulusan pelatihan vokasi tidak hanya memiliki sertifikasi, tetapi juga kompetensi praktis sesuai standar industri.
Meningkatkan Akses Lulusan Vokasi ke Pasar Kerja
Kerja sama ini juga menekankan penempatan tenaga kerja, membuka peluang bagi lulusan BPVP/BLK untuk masuk ke pasar kerja industri penerbangan.
Cris menyebut bahwa sistem KarirHub Kemnaker menjadi platform resmi bagi rekrutmen, memudahkan Pelita Air untuk menjaring tenaga kerja terlatih.
“Kami harap Pelita Air bisa membuka rekrutmen melalui KarirHub, sehingga lulusan vokasi memiliki akses langsung ke industri penerbangan,” ujar Cris.
Hal ini menunjukkan integrasi sistem pelatihan, sertifikasi, dan rekrutmen yang terkoordinasi antara pemerintah dan sektor swasta.
Selain itu, lulusan yang ditempatkan di Pelita Air diharapkan menjadi pionir dalam penerapan standar kompetensi nasional, sekaligus meningkatkan reputasi Indonesia dalam kualitas SDM penerbangan di kancah regional dan global.
Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Norma Ketenagakerjaan
Selain fokus pada pengembangan SDM, kerja sama Kemnaker-Pelita Air juga mencakup pembinaan hubungan industrial dan pengawasan norma ketenagakerjaan.
Tujuannya adalah menciptakan iklim kerja kondusif, menjaga hak dan kewajiban pekerja, serta memastikan standar keselamatan dan profesionalitas terpenuhi.
Cris menegaskan bahwa aspek hubungan industrial sangat penting dalam industri penerbangan, mengingat kompleksitas operasional dan tuntutan layanan tinggi.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi contoh implementasi yang saling menguntungkan antara pemerintah dan industri penerbangan, sekaligus memastikan kepatuhan norma ketenagakerjaan,” ujarnya.
Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan ketenagakerjaan dilakukan secara berkala, sehingga SDM yang disiapkan tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memahami regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Masa Depan SDM Penerbangan Indonesia
Kolaborasi Kemnaker dan Pelita Air menjadi langkah strategis dalam membangun SDM unggul di industri penerbangan, sekaligus mendukung ekspansi dan profesionalisme sektor transportasi udara nasional.
Integrasi pelatihan, rekrutmen, dan pembinaan norma kerja menunjukkan pendekatan menyeluruh untuk memastikan kualitas SDM sesuai standar global.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan memperluas cakupan pelatihan, meningkatkan jumlah lulusan siap kerja, serta memperkuat posisi Pelita Air sebagai salah satu maskapai nasional dengan SDM terlatih dan berkompeten.
Dengan sinergi ini, pemerintah dan industri penerbangan menunjukkan bahwa pengembangan SDM bukan sekadar program administratif, tetapi investasi strategis untuk mencetak tenaga kerja berkualitas, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung pertumbuhan industri penerbangan Indonesia secara berkelanjutan.