Rosan Laporkan Tawaran Danantara Miliki Bandara Madinah ke Prabowo Subianto

Rosan Laporkan Tawaran Danantara Miliki Bandara Madinah ke Prabowo Subianto
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani. (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani melaporkan sejumlah perkembangan proyek strategis kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). 

Salah satu yang dibahas ialah perkembangan pembangunan kawasan bagi jemaah Indonesia di Makkah hingga tawaran kepemilikan Bandara Madinah kepada Danantara.

Rosan menjelaskan salah satu agenda yang dilaporkan adalah perkembangan perencanaan pembangunan kawasan Indonesia di Makkah. Menurutnya, proses pemilihan arsitek untuk proyek tersebut telah berjalan.

"Ini pelaporan saja mengenai pertama beliau untuk pengembangan, perencanaan dan juga pembangunan yang ada di Makkah tadi, karena kami juga sudah memproses untuk pemilihan arsiteknya, ilustrasinya seperti apa. Bapak minta di-update," ujar Rosan usai rapat.

Selain itu, Rosan juga melaporkan hasil kunjungan kerjanya ke Arab Saudi, termasuk pertemuan dengan Menteri Investasi Arab Saudi, penasihat Raja Salman, serta sejumlah pihak terkait peluang investasi. 

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia melalui Danantara memperoleh tawaran untuk memiliki porsi kepemilikan di Bandara Madinah.

"Saya juga baru kembali dari Makkah, Madinah. Kebetulan ada kerja sama dengan kementerian investasinya di sana. Menteri investasinya juga teman saya. Sekalian bertemu juga dengan penasihat Raja. Salah satu kerja sama di bidang airport di Madinah, kami ditawarkan untuk Danantara mempunyai porsi kepemilikan di Airport Madinah," katanya.

Rosan mengatakan tawaran tersebut disampaikan secara langsung kepadanya dan saat ini tengah dijajaki lebih lanjut.

"Itu di-offer langsung kepada saya. Kami sedang jajaki, nanti timnya akan segera bertemu dengan tim dari Mada Group yang mempunyai airport di Madinah tersebut," ujarnya.

Selain investasi luar negeri, Rosan mengungkapkan Presiden juga memberikan arahan agar proses pengambilan keputusan di badan usaha milik negara (BUMN) semakin sederhana melalui pengurangan lapisan birokrasi. 

Menurut dia, langkah penyederhanaan struktur organisasi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses bisnis dan meningkatkan efisiensi perusahaan-perusahaan pelat merah.

"Arahan beliau juga untuk pengurangan layer-layer terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar, Pertamina, PLN dan lain-lainnya agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas meningkat, efisiensi juga lebih terjaga, dan tentunya di BUMN-BUMN lainnya," ujar Rosan.

Dia menambahkan pemerintah juga telah melaporkan perkembangan program penataan atau streamlining BUMN yang dijalankan melalui Danantara.

"Karena sekarang streamlining yang kami sudah lakukan kurang lebih sudah 274 perusahaan per akhir Juli kemarin. Beliau juga minta di-update seperti itu," katanya.

Di samping itu, Rosan turut melaporkan perkembangan proyek-proyek hilirisasi yang sedang berjalan sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi pemerintah.

"Yang lainnya update mengenai progres dari hilirisasi yang sedang berjalan pada saat ini. Itu saja pelaporannya," ujarnya.

MADA International Holding bermitra dengan TAV Airports memegang konsesi pengelolaan Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz di Madinah (Prince Mohammad Bin Abdulaziz International Airport). 

Mereka sukses menutup pembiayaan senilai SAR 1,61 miliar pada Maret 2026 untuk ekspansi fasilitas jangka panjang bandara ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index