Kemenhut Sigap Tangani Konflik Beruang Madu di Riau Demi Warga Selamat

Kemenhut Sigap Tangani Konflik Beruang Madu di Riau Demi Warga Selamat
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) lekas bertindak dalam menangani aduan mengenai dugaan perselisihan antara binatang buas jenis Beruang Madu (Helarctos malayanus) dengan seorang penduduk di Desa Pangkalan Gondai, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di Jakarta, Jumat, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono menerangkan bahwa keamanan penduduk merupakan fokus terpenting dalam seluruh proses penanganan perselisihan satwa liar.

"Setiap laporan konflik satwa liar kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim WRU ke lapangan. Penanganan dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat agar langkah mitigasi dapat berjalan secara efektif," kata Supartono.

Supartono memaparkan bahwa tindakan tersebut dilaksanakan segera sesudah aduan didapatkan dengan mengutus regu Wildlife Rescue Unit (WRU) ke tempat kejadian guna menjalankan mitigasi serta mengantisipasi agar masalah serupa tidak terulang kembali.

Seketika setelah memperoleh aduan, BBKSDA Riau seketika mengutus regu WRU dari Pekanbaru menuju tempat peristiwa. Kelompok tersebut membawa satu perangkat kandang jebak (box trap) sebagai wujud upaya kesiapan dalam menangani perselisihan satwa liar.

Setibanya di Desa Pangkalan Gondai, regu tersebut seketika berkoordinasi dengan Sekretaris Desa Pangkalan Gondai. Kemudian, regu itu menuju Kantor Desa untuk mendapatkan keterangan awal serta runtutan peristiwa sebagai tahap permulaan dalam proses penanganan berikutnya.

Sesuai dengan informasi yang diutarakan pemerintah desa, korban diserang seekor Beruang Madu kala sedang berada di area perkebunan pribadinya. Hewan itu dikabarkan menyerang korban dari bagian belakang.

Walaupun sukses menyelamatkan diri, korban menderita luka akibat serangan tersebut. Pihak keluarga seketika melarikan korban menuju Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci guna memperoleh tindakan medis dan saat ini kondisi korban telah berada dalam penanganan tenaga kesehatan.

Sementara itu, regu BBKSDA Riau terus menjalankan koordinasi dengan pihak pemerintah desa, aparatur setempat, serta pihak terkait lainnya, untuk mengetahui pemicu perselisihan dan memutuskan cara-cara mitigasi demi mengantisipasi kejadian serupa.

Sebagai langkah lanjutan pada Kamis (6/8), regu WRU BBKSDA Riau bersama pihak pemerintah desa serta aparatur setempat melaksanakan pemasangan kandang jebak di sekitar tempat peristiwa. 

Tindakan tersebut dilaksanakan guna mengawasi keberadaan hewan, sekaligus sebagai wujud upaya mitigasi seandainya beruang kembali memasuki wilayah yang berisiko membahayakan keamanan penduduk.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index