Kantongi SLO, PLTM Salu Noling Siap Tambah Pasokan Energi Bersih

Kantongi SLO, PLTM Salu Noling Siap Tambah Pasokan Energi Bersih
PLTM Salu Noling berkapasitas 2×5 MW di Luwu, Sulawesi Selatan [FOTO: NET].

JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Salu Noling yang berkapasitas 2x5 megawatt (MW) dan berlokasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kini telah resmi mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk unit 1 serta unit 2. Pembangkit listrik tersebut saat ini tengah bersiap memasuki tahapan menuju operasi komersial atau Commercial Operation Date (COD).

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mengonfirmasi bahwa SLO untuk kedua unit PLTM Salu Noling tersebut diterbitkan pada hari Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan dokumen SLO yang ada, unit 1 tercatat memiliki kapasitas terpasang sebesar 5.800 kilowatt (kW) dengan daya mampu netto mencapai 5.750 kW. Di sisi lain, unit 2 memiliki kapasitas terpasang sebesar 5.800 kW dengan daya mampu netto sebesar 5.787 kW.

Masa berlaku dari kedua sertifikat tersebut terhitung mulai tanggal 11 Agustus 2026 hingga 11 Agustus 2031, dengan ketentuan bahwa seluruh standar pengoperasian serta pemeliharaan instalasi wajib dipatuhi secara konsisten.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menjelaskan bahwa perolehan SLO bagi kedua unit ini merupakan salah satu tahapan krusial menuju dimulainya operasi komersial PLTM Salu Noling.

“Perolehan Sertifikat Laik Operasi untuk kedua unit PLTM Salu Noling menunjukkan bahwa instalasi pembangkit telah memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan dan dinyatakan laik operasi.” kata Aditya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).

Menurut pandangannya, kehadiran PLTM Salu Noling ini nantinya diproyeksikan mampu memperkuat pasokan energi bersih yang mengalir ke dalam sistem kelistrikan wilayah Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, pihak PLN telah sukses merampungkan proses energisasi infrastruktur jaringan penyaluran yang mencakup kubikel 20 kV untuk unit 1 dan unit 2, serta pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV sepanjang 52 kilometer. Selain itu, kedua unit pembangkit tersebut juga sudah berhasil disinkronkan dengan sistem kelistrikan milik PLN sejak bulan Juli 2026 lalu.

Proyek pembangunan PLTM Salu Noling sendiri dikembangkan oleh PT Tiara Tirta Energi dengan memanfaatkan potensi besar dari sumber daya energi air sebagai bagian dari energi baru terbarukan (EBT).

Aditya memaparkan bahwa pemanfaatan potensi tenaga air ini merupakan manifestasi dari komitmen PLN dalam mengoptimalkan sumber-sumber energi domestik sekaligus mendukung ketahanan energi secara nasional.

"PLTM Salu Noling memanfaatkan potensi energi air menjadi sumber energi bersih dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan Transformasi PLN 3.0, menggerakkan kedaulatan energi, untuk mewujudkan pertumbuhan, keberlanjutan, dan keamanan energi," ujarnya.

Selepas mengantongi SLO untuk kedua unit tersebut, pihak PLN bersama dengan pengembang akan merampungkan berbagai sisa tahapan dan persyaratan administratif menuju tahap COD.

Operasi komersial PLTM Salu Noling ini sangat diharapkan mampu mendongkrak pasokan energi ramah lingkungan sekaligus memperkuat stabilitas serta keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index