Prabowo Tahan Target Lifting Minyak RAPBN 2027 Sesuai Tahun 2026

Prabowo Tahan Target Lifting Minyak RAPBN 2027 Sesuai Tahun 2026
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menetapkan target lifting minyak sebesar 610.000 barel per hari (bopd) dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2027. 

Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2026–2027 dan Penyampaian RUU APBN 2027 di DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026). 

Adapun, target lifting minyak itu masih sama dengan APBN 2026. Sementara itu, lifting gas ditargetkan mencapai 954.000 barel setara minyak per hari (boepd) dalam APBN 2026. Angka itu turun dibanding APBN 2026 yang sebesar 984.000 boepd. 

"Lifting minyak kami targetkan 610.000 barel per hari dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari," kata Prabowo. 

Dia juga mematok harga minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) sebesar US$75 per barel dalam Rancangan APBN 2027. Angka itu lebih tinggi dibanding APBN 2026 yang sebesar US$70 per barel. 

"Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan US$75 per barel," ucap Prabowo.

Kepala negara lantas menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro sebagai landasan penyusunan RAPBN 2027. Prabowo mengatakan inflasi akan dijaga pada kisaran 2,5%. 

Sementara itu, tingkat suku bunga surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di level 6,9%. 

"Inflasi akan kami jaga pada kisaran 2,5%. Suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9%," ujar Prabowo. 

Dalam RAPBN 2027, pemerintah juga memperkirakan nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. 

"Nilai tukar rupiah kami berada pada kisaran 17.500 rupiah per 1 dolar Amerika Serikat," kata Prabowo. 

Asumsi tersebut disusun di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi ketidakpastian, termasuk tekanan nilai tukar, suku bunga global, serta dinamika geopolitik dan perdagangan internasional. 

Prabowo juga menegaskan pemerintah menargetkan defisit anggaran yang lebih rendah pada 2027. Dia menyebut, angka defisit tersebut turun dibandingkan rencana pembiayaan dalam APBN 2026. 

"Angka defisit ini turun dari rencana pembiayaan di tahun APBN tahun 2026 yaitu 689,1 triliun rupiah dengan defisit 2,68% Produk Domestik Bruto," kata Prabowo. 

Dia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 mencapai 6%. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 sebesar 5,4%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index